Minggu, 11 November 2018
Analisis Film Samin Vs Semen
Oleh Rifai Anas Amirul Huda
Film Samin versus Semen merupakan sebuah film dokumenter yang mencoba menggambarkan bagaimana masyarakat menolak pendirian pabrik semen yang akan didirikan di sekitar Kabupaten Pati, Rembang dan Blora. Pabrik semen tersebut rencananya akan di bangun di sekitaran pegunungan Kendeng. Pegunungan Kendeng sendiri adalah pegunungan yang luas membentang hanmpir separuh bagian pulau jawa. Penolakkan atas pendirian pabrik semen ini lebih pada alasan ekologis, dimana masyarakat mengeluh nantinya sawa mereka akan tercemari oleh limbah pabrik semen. Selain itu masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan yang akan dibangun pabrik semen tersebut tidak ingin alam mereka rusak karena eksploitasi alam yang berlebihanatas tanah air mereka. Berhubung mayoritas orang yang mendiami Kabupaten Pati, Kudus, Rembang, dan Blora adalah masyarakat Samin, maka film ini mengakuisis bahwa masyarakat yang menolak akan pembangunan pabrik semen tersebut adalah masyarakat (suku samin).
Samin merupakan sekelompok orang yang mempunyai keyakinan kuat tentang apa yang dipercayainya seperti harus menjaga alam, bekerja sebagai petani dan sebagainya. Ajaran ini awal mulanya disebarkan oleh seorang tokoh yang bernama Samin Surosenthiko di daerah klopoduwur Kabupaten Blora. Orang samin yang menetap di daerah klopoduwur, Kabupaten Blora sering disebut sebagai sedulur sikep.Masyarakat ini mempunyai keyyakinan tersendiri seperti yang diterangkan diatas, selain itu mereka juga mempunyai agama sendiri yang disebut sebagai agama Adam. Hal itulah yang menyebabkan Kartu Tanda Penduduk mereka dalam kolom agama tidak terisi ( agama mereka tidak diakui oleh pemerintah). Atas dasar tersebutlah orang samin kebanyakan kesulitan dalam hal-hal tertentu yang mengharuskan persyaratan sipil. Orang samin tulen kebanyakan tidak sekolah, selain karena alasan administrasi juga karena mereka lebih menyukai anak-anak mereka tidak mengenyam pendidikan di sekolah dan lebih memilih mengajari anak-anak mereka secara mandiri di rumah masing-masing.
Dari film Samin versus semen ini kami ingin mengambil sudut pandang kearifan lokal samin sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi keluhura dan menghormati lingkungan. Dalam film diceritakan bahwa masyarakat yang menolak pendirian pabrik semen tersebut dan enggan menjual tanah sawahnya walaupun di iming-imingi dengan ganti uang yang besar dengan alasan awakke dewe gak patheken nek gak ono semen, tapi awakke dewe bakal mati nek gak ono sawah, amergo sawah salah sawijining panggonan kanggo ngasilake beras, ora usah bangun pabrik semen nek mung ape ngerusak alam . Dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan bahwa kami tidak akan sudi dan tidak akan rela mengenai pendirian pabrik semen, karena pendirian semen tidak akan membuat kami (samin) mati, tapi kami (seluruh masyarakat Indonesia) akan mati apabila tanah untuk menanam padi yang nantinta akan menghasilkan beras untuk dimakan itu diakuisisi oleh Pabrik Semen untuk kepentingan eksploitasi, lalu dimana lagi kami akan menghasilkan beras untuk makan ?. Begitulah suara-suara yang bergema sangat keras terhadap penolakan pabrik semen ini. Penolakan ini terbilang alot, bahkan ada sekelompok warga yang rela mengecor kakinya dengan semen untuk mengaktualisasikan dirinya sebagai aksi penolakan terhadap pendirian pabrik semen. Pada akhirnya para masyarakat yang menolak pendiriran pabrik semen ini memenangkan gugatannya di PTUN melawan Semen Gresik.
Keluhuran sikap samin inilah yang pantas untuk kita tiru. Uang bukanlah segalanya, walaupun uang bisa membeli segalanya tapi masyarakat samin enggan memiliki uang banyak atas penjualan sawahnya dan memilih hidup senderhana asalkan alamnya tetap lestari dan ekosistem tetap harmonis. Hal inilah yang mulai memudar diantara kita, banyak orang yang sekarang gila akn uang, sehingga mereka menghalalkan segala cara agar mendapatkan uang. Merusak lingkungan, memburu binatang yang dilindungi, pengeksploitasian lingkungan yang berlebihan adalah salah satu bentuk gambaran orang yang gila akan materi. Mereka enggan berfikir bagaimana efek jangka panjang atas apa yang mereka lakukan. Mereka baru sadar ketika alam sudah mengisyaratkan kemarahannya seperti terjadinya bencana alam banjir, tanah longsor, bahkan terjadinya lumpur lapindo pun adalah contoh rill bahwa manusia tamak atas pengeksploitasian sumber daya alam yang tak memikirkan efek lingkungan jangka panjang.
Dalam ideologi NKRI yaitu Pancasila disebutkan dalam sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dalam kalimat tersebut dijelaskan bahwa keadilan dan kemanusiaan harus ditegakkan. Melihat konflik antara semen vs samin ketika masyarakat samin yang hanya mengandalkan pertanian untuk bertahan hidup tentu saja membutuhkan tanah untuk mereka tanami atau bertani sedangkan jika tanah tersebut didirikan pabrik semen tentu saja kemanusiaan dan keadilan mereka dipaksa untuk tunduk. Dilihat dari teori konflik kedua belah pihak ini tentu saja sangat berbeda pendapat atau kepentingan, karena konflik terjadi karena adanya kedua belah pihak terjadi perbedaan kepentingan. Di film Samin vs Semen ini tentu saja masyarakat Samin (Sedulur Sikep) bersikeras untuk mempertahankan tanahnya untuk kehidupan sehari-hari atau mencupi kehidupan mereka yang harus bertani dan pantang untuk berdagang, tentu saja bertani itu memerlukan tanah jika tidak ada tanah tentu tidak akan pernah ada tani. Selanjutkan dari pihak Semen (Indocement) berkeinginan mendirikan pabrik pegunungan karst Kendeng tersebut untuk memperluas dan memperbesar produksi semen. Tentu saja dalam pembuatan pabrik memerlukan tanah untuk mendirikan pabrik. Jadi harapan atau kepentingan dari pihak semen adalah membuat pabrik di tanah penduduk samin tersebut dan berkeinginan memperkerjakan penduduk yang semula bertani beralih menjadi pekerja pabrik.
Kesimpulan :
Kelompok kami sebetulnya kurang setuju atas embel-embel “samin” untuk menggambarkan kearifal lokal yang dibenturkan atas konflik yang terjadi antara masyarakat yang bersitegang dengan pabrik semen. Hal itu karena kami berasalan bahwa dalam ajaran samin sendiri masyarakat samin menolak adanya demo, karena mereka memandang bahwa demo bukanlah cara yang pas untuk menyuarakat pendapat dan bertentangan dengan sifat luhur nenek moyang mereka Samin Surosenthiko. Samin yang asli yang menetap di klopoduwur, Kabupaten Blora yang sering disebut sedulur sikep. Membantah keras bahwa masyarakat yang menolak pendirian pabrik semen tersebut adalah orang samin karena kalau orang samin sendiri itu tidak mengenal ajaran-ajaran anarkis apalagi demo. Sedulur sikep beranggapan bahwa film ini hanyalah konspirasi yang mencatut nama samin tanpa minta izin terlebih dahulu terhadap masyarakat samin luas. Film ini hanyalah rekaan kepentingan semata oleh pihak-pihak tertentu yang ingin menjatuhkan pabrik semen dengan mencatut nama samin dalam kepentingan mereka. Dalam wawancara klarifikasi atas benar atau tidaknya film ini, petinggi samin yang bernama Mbah Yoto dari desa Klopoduwur, Kabupaten samin memberi peringatan keras mengenai pihak-pihak yang bermain isu samin dalam kepentingan pribadi penolakkan semen dengan ucapan “ Kalau ditanam kebaikan ya hasilnya baik, kalu keburukan ya tidak tahu, kabeh bakal ngundhuh wohing pakartine dewe-dewe” (Mbah Yoto).
Terlepas dari kepntingan pribadi tersebut kita harus bisa memetik hikmah dari film ini yaitu jangan gila akan materi sehingga melupakan kewajiabn kita untuk menjaga dan menghormati lingkungan kita , dan jangan merusak lingkungan hanya karena alasan kesejahteraan rakyat atas pengeksploitasian tersebut, pikirlah dampak panjang dari apa yang akan terjadi atas pengeksploitasian tersebut. Untuk pemerintah, pemerintah seharunya membuat regulasi yang tegas dan menghargai hak-hak masyarakat atas apa yang mereka miliki termasuk sumber mata pencaharian mereka, keasrian lingkungan dan kearifan lokal yang ada. Jangan mengabaikan hak-hak rakyat yang tinggal dalam lingkup wilayah pembangunan (Pembangunan harus berwawasan lingkungan dan ramah akan kearifan lokal).
Jumat, 09 November 2018
Sebab-sebab Runtuhnya Peradaban DInasti Bani Ummayah
1. System penggantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru bagi tradisi Arab yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengatutrannya tidak jelas. Ketidakjelasan system enggantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat dikalangan anggota keluarga istana.
2. Latar belakang terbentuknya dinasti Umayah tidak bias dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi dimasa Ali.
3. Pada masa bani Umayah, pertentangan etnis antara suku Arabia (Bani Qays) dan Arabia selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum islam makin meruncing.
4. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah dilingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggu memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan.
5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayah adalah munculnya kekuatan yang di pelopori oleh keturunan Al-Abbas ibn Abd Al-Muthalib.
Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/19035303#readmore
2. Latar belakang terbentuknya dinasti Umayah tidak bias dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi dimasa Ali.
3. Pada masa bani Umayah, pertentangan etnis antara suku Arabia (Bani Qays) dan Arabia selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum islam makin meruncing.
4. Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah dilingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggu memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan.
5. Penyebab langsung tergulingnya kekuasaan dinasti Bani Umayah adalah munculnya kekuatan yang di pelopori oleh keturunan Al-Abbas ibn Abd Al-Muthalib.
Simak lebih lanjut di Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/19035303#readmore
Penyebab Lahir dan Berkembangnya Ilmu Matematika Pada Masa Dinasti Abbasiyah
Salah
satu hal yang membedakan kemajuan yang dicapai pada masa Abbasiyah dengan
masa-masa yang lainnya adalah berkembangannya peradaban Islam. Bahkan pada masa
ini peradaban islam mencapai puncaknya. Dan salah satu wujud peradaban tersebut
adalah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, filsafat, dan ilmu-ilmu lainnya.
Kemajuan yang dicapai oleh umat
Islam di Era Abbasiyah tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu agama atau yang
biasa diistilahkan dengan `ulūm naqliyah saja, melainkan juga disertai
dengan kemajuan ilmu-ilmu sains dan teknologi (`ulūm aqliyah).
Bahkan jika dicermati, kemajuan
sains di dunia Islam mendahului perkembangan ilmu filsafat yang juga berkembang
pesat di era Abbasiyah. Hal ini bisa jadi merupakan buah dari kecenderungan
bangsa Arab saat itu yang lebih mengutamakan penerjemahan buku-buku sains yang
memiliki implikasi kemanfaatan secara langsung bagi kehidupan mereka (dzāt
al-atsar al-māddi fī hayātihim) dibanding buku-buku olah pikir (filsafat). Kemajuan yang dicapai pada era ini telah banyak
memberikan sumbangan besar kepada peradaban manusia modern dan sejarah ilmu
pengetahun masa kini.
Dinasti ini didirikan pada tahun 750
M-132 H oleh Abdullah Al-Saffah Ibn Muhammad Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Al-Abbas,
salah seoranf keturunan paman Nabi Muhammad, Al-Abbas. Asal-usul Dinasti
Abbasiyah diawali oleh pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh
keturunan Abbas, paman Nabi yaitu Muhammad Ibn Ali, kemudian Ibrahim Ibn
Muhammad sampai Abu Al-Abbas yang bergelar Al-Saffah, terhadap pemerintahan
Dinasti Bani Umayyah. Pemberontakan-pemberontakan tersebut dilakukan secara
terus menerus dan terorganisasi sehingga pada akhirnya terjadi revolusi
menumbangkan Dinasti bani Umayyah.
Sungguhpun Abu Al-Abbas Al-Saffah
yang mendirikan Dinasti Abbasiyah, namun pembina sebenarnya adalah Abu Ja’far Al-Mansur yang memerintahkan
selama 21 tahun yaitu dari tahun 754 M/ 136 H – 775 M/158 H. Abu Al-Abbas hanya
memerintah selama lima tahun yaitu dari tahun 750 M/132 H-754 M/136 H.[1]\
Bermula dari penyakit Al-Manshur
yang menyebabkan di datangkannya dokter Nestoria yang termansyhur, Jurjis Ibn
Bakhti Yashu dari Akademi Kedokteran jundi Syapur ke istana Abbasiyah, suatu
peristiwa yang paling luas pengaruhnya atas perkembangan sains dan seni pengobatan
pada masa mendatang. Perawatan itu berhasil dan keluarga Bakhti Yashu generasi
demi generasi hidup makmur di Baghdad sebagai dokter-dokter istana. Mereka
membangkitkan studi karya-karya besar Hippocrates (436 SM) dan Galen (200 M).
Kemudian munculnya seorang ahli
Matematika dan Astronomi India ke Istana Al-Manshur pada tahun 773 dengan
membawa sebuah buku Siddhanta menyebabkan penyokong ilmu itu memerintahkan
penerjemahan karya tersebut ke dalam bahasa Arab. Muhammad Ibn Ibrahim
Al-Fazari melaksanakan tugas itu dengan bantuan orang-orang yang cakap, dan
dalam waktu beberapa tahun Irak melahirkan sejumlah ahli Astronomi yang tidak
hanya menguasai seluruh ilmu pengetahuan yang ada pada waktu itu, tetapi juga
sekali-kali memberikan sumbangan yang asli terhadapnya hingga akhir abad ke-14.[2]
Etos keilmuan para Khalifah
Abbasiyah tampak menonjol terutama pada dua khalifah terkemuka yaitu Harun
Al-Rasyid dan Al-Ma’mun yang begitu mencintai ilmu. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa peradaban Islam diprakarsai oleh penguasa atau memperoleh
patronase penguasa yang dalam hal ini diawali pada masa pemerintahan Harun
Al-Rasyid dan Al-Ma’mun.[3]
Setelah kematian Harun Al-Rasyid,
ketika Al-Ma’mun menggantikannya pada tahta Abbasiyah dia membangun kembali
Bagdad dan mendirikan Darul Hikmah yang unik tempat sekelompok penerjemah ahli
dan para penyelidik asli memperkaya bahasa Arab dengan produk-produk terbaik
sains dan filsafat Yunani. Yang paling utama diantata staf para penerjemahnya
adalah orang Nestoria, Hunain Ibn Ishaq (809-873), yang terutama sibuk dengan
penerjemahan karya-karya Yunani tentang kedokteran dan filsafat.[4]
Penyebab Lahir dan Berkembangnya Ilmu Matematika Pada Masa Dinasti Abbasiyah
Diantara ilmu
yang dikembangkan pada masa pemerintahan Abbasiyah adalah ilmu hisab atau
matematika. Ilmu ini berkembang karena kebutuhan dasar pemerintahan untuk
menentukan waktu yang tepat. Dalam setiap pembangunan semua sudut harus
dihitung dengan tepat, supaya tidak terdapat kesalahan dalam pembangunan
gedung-gedung dan sebagainya.[8]
Dalam bidang
Matematika nama Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi (W. 863 M / 249 H) sangat
terkenal dengan penemuan-penemuannya. Ia menjadi saintis terkenal di istana
Al-Ma’mun dan turut serta mengukur derajat busur bersama komisi ahli astronomi
yan dibentuk oleh Al-Ma’mun untuk tugas ini.
Karya
Al-Khawarizmi di bidang Matematika mempunyai pengaruh hebat dan lebih besar
dibanding karya ahli matematika mana pun. Tulisannya Aljabar merupakan karya pertama Muslim dalam aljabar dan menjadi
nama tersendiri dalam bidang sains ini. Ia memperkenalkan bilangan India kepada
dunia Muslim. Dan melalui karya aritmatikanya, Barat mengenal bilangan mereka
namakan bilangan Arab. Pengaruhnya dibuktikan oleh fakta bahwa Algorisme,
sebutan Latin untuk Al-Khawarizmi, untuk masa yang lama berarti Aritmatika
dalam sebagian besar bahasa Eropa, dan digunakan sekarang untuk metode
penghitungan berulang yang telah menjadi satu aturan yang tetap.[9]
Umar Al-Khayam
dan Al-Thusi adalah ulama yang terkenal dalam bidang ilmu Matematika. Angka Nol
adalah ciptaan umat Islam. Pada tahun 873 M, angka nol telah dipakai di Dunia
Islam. Angka-angka yang dipakai ulama di Dunia Islam dibawa para ilmuwan ke
Eropa pada tahun 1202 M. Oleh karena itu, angka 0 sampai angka 9 yang dipakai
sekarang, di Eropa disebut angka Arab.
Jasa atau fungsi
umat Islam terhadap peradaban dunia adalah ditemukannya angka Arab dan nol yang
dengan angka tersebut Matematika menjadi efektif dan begitu cepat berkembang.
Sebelumnya, matematika dinilai lambat berkembang karena menggunakan angka
Romawi, seperti I, II, III, IV, V dan seterusnya.[10]
Sabtu, 03 November 2018
Laporan Studi Wisata SMPN 5 Blora Di Bali tahun 2013-2014
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat rahmat yang diberikan pada kami sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
yaitu membuat karya tulis yang berjudul “ Studi wisata ke BALI “ untuk
mengingat memorial di masa kita berkunjung ke BALI.
Karya
tulis kami ini berisikan tentang kegiatan studi tour kami yang telah kami jalani
beberapa hari di BALI, yang kami susun secara ringkas dan runtut. Namun kami
menyadari bahwa karya tulis kami inijauh dari sempurna, oleh karena itu dengan
segala kerendahan hati kami mohon para pembaca memberikan saran dan kritikan
yang membangundemi perbaikan, untuk itu kami ucapkan selamat amembaca dan
semoga karya tulis kami yang berjudul “ Studi wisata ke BALI “ bermanfaat bagi
kita semua.
PENDAHULUAN
Atas berkah rahmat
Tuhan Yang Maha Esa, kami dapat membuat karya tulis ini dan dengan pertolongannya
lah kami dapat mengikuti study tour ke Bali dengan keadaan sehat
wal afiat. Kami membuat karya tulis ini dalam rangka untuk memenuhi tugas
Bahasa Indonesia.
1. LATAR
BELAKANG
Seiring
dengan perkembangan dunia pariwisata di negara kita terutama
peninggalan–peninggalan sejarah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke
menjadi salah satu alasan diadakan karya wisata. Karya wisata merupakan suatu
kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan olehsekolah kami. Karya wisata
tahun ini mengambil objek – objek karya wisatadi Pulau Bali karena di sana
banyak terdapat tempat – tempat wisata yangtersohor atau terkenal di Dunia.
Kaitanya dengan karya wisata,
kami ditugasi untuk membuat laporan dalam bentuk Karya Tulis mengenai objek–objek
wisata yang kamikunjungi di Pulau Bali. Dalam menyusun laporan tersebut,
kamimemerlukan data – data yang akurat. Dalam pencarian data–data yangakurat
tersebut kami mengalami suka dan duka.
2. TUJUAN
Tujuan
khusus:
Untuk
memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas XI tahun ajaran 2013/2014
Tujuan Umum:
- Penulis ingin memperkenalkan profile objek-objek wisata yang ada di pulau Bali kepada pembaca.
- Sebagai wawasan tambahan informasi serta menperbanyak pengetahuan.
- Sebagai latihan untuk memperlancar sastra dan bahasa..
3. MANFAAT
PENULISAN
- Sebagai tambahan materi diluar sekolah.
- Melatih siswa agar dapat mengolah laporan widaya wisata.
- Menambah pembendaharaan pustaka sekolah yang menunjang minat baca siswa agar pengetahuannya lebih luas
DAFTAR ISI
1.
Kata Pengantar …………………………………………………………………………………………………………………………..2
2.
Pendahuluan………………………………………………………………………………………………………………………………..3
3.
Daftar Isi ……………………………………………………………………………………………………………………………………..4
4. waktu dan
pelaksanaan........................................................................5
A.pemberangkatan ke
pulau Bali
B.perjalanan ke pulau
Bali
C.perjalanan ke bali
objek
wisata,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,:
BAB I : - Tanah lot………………………………………………………………………………………………….6
BAB II : - GWK(garuda wisnu kencana)……………………………………………………………………………………………….7
BAB III : - Pantai kuta……………………………………………………………………………………………..8
BAB IV: - Karang kurnia…………………………………………………………………………………………………………………9
BAB II : - GWK(garuda wisnu kencana)……………………………………………………………………………………………….7
BAB III : - Pantai kuta……………………………………………………………………………………………..8
BAB IV: - Karang kurnia…………………………………………………………………………………………………………………9
BAB V:
Sangeh....................................................................................................................10
BAB VI : Tari
barong........................................................................................................11
BAB VII: Cah
ayu.................................................................................................................12
5.
Penutup……………………………………………………………………………………………………………………………………….13
ISI
WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Karya wisata ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2014 – 17 Juni 2014. Penulis berada di Pulau Dewata Bali selama 4 hari dan mengamati objek wisata selama 2 hari di pulau Dewata Bali.
Pemberangkatan
Pemberangkatan pada hari Jum’at, tanggal 14 Maret pukul 09.00 WIB. Sebelum pemberangkatan siswa-siswi berkumpul di SMP N 5 Blora pukul 08.30 WIB. Bpk.ibu guru SMP N 5 Blora memberikan pengarahan kepada siswanya yang akan melakukan karya wisata ke Bali. SMP N 3 Blora memberangkatkan 3 Bus. Sebelum pemberangkatan kami berdoa dan Pada pukul 09.00 WIB siswa mulai perjalanan menuju Bali.
B. Perjalanan Ke Pulau Bali
Pada saat – saat pertama dalam perjalanan kami, semua sangat ceria karena kami belum merasakan lelah. Masing – masing peserta sibuk dengan kegiatanya sendiri – sendiri ada yang saling bercanda, bernyanyi,
, bermain hp, dan ada juga yang hanya menikmati pemandangan di luar.
Pukul 11:30-13:00 WIB kami makan siang di Restoran lombok Ijo lamongan dan sholat jum’at. Selesai makan kami melanjutkan perjalanan. Suasana di dalam bus kembali ramai karena teman – teman telah mendapatkan dan menikmati makan dan sholat mereka, mereka kembali bergurau dan beryanyi, bahkan nasehat Bapak dan Ibu guru pendamping untuk jangan besrisik tidak dihiraukan.Dalam perjalanan kami,kami melewati PLTU paiton yang merupakan PLTU terbesar di ASIA
Sekitar pulul 20:00 WIB kami istirahat sejenak Di SPBU Banyuwangi sekaligus makan dan sholat di sana.Sekitar pukul 00;30 WIB kami sampai di pelabuhan Gilimanuk, sejenak kami menunggu kapal merapat ke pelabuahan. Di dalam kapal kami menikmati pemandangan dan tertidur sampai tak sadar bahwa kami telah merapat ke pelabuhan Ketapang. Tak terasa 1 jam lamanya diatas air laut, kami merasa senag dapat menginjak pulau Dewata Balu untuk yang pertama kali. Kami tiba di Pulau Bali pukul 02:30 WITA dan kami melanjutkan perjalanan menaiki bus lagi.
Perjalanan di Pulau Bali
Sekitar pukul 06:00 WITA kami sampai di Tanah Lot.setelah tiba di Tanah Lot kami mandi dan makan pagi di Rumah Agung Tanah Lot.
BAB 1
TANAH LOT
Tanah Lot' adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah Pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan Pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.Di sana kami menikmati pemandangan pantainya yang indah dan kami juga berfoto-foto di sana,Kami di Tanah Lot diberi waktu kira kira 2 jamWAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Karya wisata ini dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2014 – 17 Juni 2014. Penulis berada di Pulau Dewata Bali selama 4 hari dan mengamati objek wisata selama 2 hari di pulau Dewata Bali.
Pemberangkatan
Pemberangkatan pada hari Jum’at, tanggal 14 Maret pukul 09.00 WIB. Sebelum pemberangkatan siswa-siswi berkumpul di SMP N 5 Blora pukul 08.30 WIB. Bpk.ibu guru SMP N 5 Blora memberikan pengarahan kepada siswanya yang akan melakukan karya wisata ke Bali. SMP N 3 Blora memberangkatkan 3 Bus. Sebelum pemberangkatan kami berdoa dan Pada pukul 09.00 WIB siswa mulai perjalanan menuju Bali.
B. Perjalanan Ke Pulau Bali
Pada saat – saat pertama dalam perjalanan kami, semua sangat ceria karena kami belum merasakan lelah. Masing – masing peserta sibuk dengan kegiatanya sendiri – sendiri ada yang saling bercanda, bernyanyi,
, bermain hp, dan ada juga yang hanya menikmati pemandangan di luar.
Pukul 11:30-13:00 WIB kami makan siang di Restoran lombok Ijo lamongan dan sholat jum’at. Selesai makan kami melanjutkan perjalanan. Suasana di dalam bus kembali ramai karena teman – teman telah mendapatkan dan menikmati makan dan sholat mereka, mereka kembali bergurau dan beryanyi, bahkan nasehat Bapak dan Ibu guru pendamping untuk jangan besrisik tidak dihiraukan.Dalam perjalanan kami,kami melewati PLTU paiton yang merupakan PLTU terbesar di ASIA
Sekitar pulul 20:00 WIB kami istirahat sejenak Di SPBU Banyuwangi sekaligus makan dan sholat di sana.Sekitar pukul 00;30 WIB kami sampai di pelabuhan Gilimanuk, sejenak kami menunggu kapal merapat ke pelabuahan. Di dalam kapal kami menikmati pemandangan dan tertidur sampai tak sadar bahwa kami telah merapat ke pelabuhan Ketapang. Tak terasa 1 jam lamanya diatas air laut, kami merasa senag dapat menginjak pulau Dewata Balu untuk yang pertama kali. Kami tiba di Pulau Bali pukul 02:30 WITA dan kami melanjutkan perjalanan menaiki bus lagi.
Perjalanan di Pulau Bali
Sekitar pukul 06:00 WITA kami sampai di Tanah Lot.setelah tiba di Tanah Lot kami mandi dan makan pagi di Rumah Agung Tanah Lot.
BAB 1
TANAH LOT
Tanah Lot' adalah sebuah objek wisata di Bali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.
BAB 2
GWK(Garuda Wisnu Kencana)
Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (bahasa Inggris: Garuda Wisnu Kencana Cultural Park), disingkat GWK, adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di tanjung Nusa Dua, Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilometer di sebelah selatan Denpasar, ibu kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter.[1]
Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.[1]
Di kawasan itu terdapat juga Patung Garuda yang tepat di belakang Plaza Wisnu adalah Garuda Plaza di mana patung setinggi 18 meter Garuda ditempatkan sementara. Pada saat ini, Garuda Plaza menjadi titik fokus dari sebuah lorong besar pilar berukir batu kapur yang mencakup lebih dari 4000 meter persegi luas ruang terbuka yaitu Lotus Pond. Pilar-pilar batu kapur kolosal dan monumental patung Lotus Pond Garuda membuat ruang yang sangat eksotis. Dengan kapasitas ruangan yang mampu menampung hingga 7000 orang, Lotus Pond telah mendapatkan reputasi yang baik sebagai tempat sempurna untuk mengadakan acara besar dan internasional.
Terdapat juga patung tangan Wisnu yang merupakan bagian dari patung Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk menyelesaikan patung Garuda Wisnu Kencana lengkap. Karya ini ditempatkan sementara di daerah Tirta Agung.
Di GWK kami melihat Tari Budaya khas Bali dan pertunjukan seni lainya.Patung Wisnu dengan menunggangi garuda akan menjadi patung terbesar di dunia melebihi patung Liberty di A.S. Kami di GWK diberi waktu 2 jam.......
BAB 3
PANTAI KUTA
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 70-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur.
Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang. Di mana produk dari lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19, Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis perdagangan di Kuta. Keahliannya dalam bernegosiasi, membuat Mads Lange sebagai pedagang yang terkenal antara raja-raja Bali dengan Belanda.
Hugh Mahbett juga telah menerbitkan sebuah buku berjudul “Praise to Kuta” yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas akomodasi wisata. Tujuannya untuk mengantisipasi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Bali. Buku itu kemudian menginspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata seperti penginapan, restoran dan tempat hiburan.
Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Selain keindahan pantainya, pantai Kuta juga menawarkan berbagai macam jenis hiburan lain misalnya bar dan restoran di sepanjang pantai menuju pantai Legian. Rosovivo, Ocean Beach Club, Kamasutra, adalah beberapa club paling ramai di sepanjang pantai Kuta.
Pantai ini juga memiliki ombak yang cukup bagus untuk olahraga selancar (surfing), terutama bagi peselancar pemula. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.
Kami dari MR.Kuta menuju obyek pantai kuta harus menaiki angkutan umum karena bus kami hanya boleh parkir di MR kuta.sekitar pukul 13;00 WITA kami sampai di pantai kuta.Di pantai kuta kami melihat pantai kuta yang indah dan kami tak lupa untuk berfoto-foto,kami juga berfoto-foto dengan bule JAPAN,kami disana senang bermain air dan menikmati panoramanya yang indah.di sana kami diberi waktu 2 jam
Setelah itu kami kembali ke MR.kuta untuk makan siang,sholat,dan membeli oleh-oleh sejenak
BAB 4
Karang kurnia
KARANG KURNIA adalah pusat oleh-oleh di pulau bali yang didirikan oleh I Gede Wireyasa. berawal dari studi bandingnya di toko oleh-oleh Ia mencoba berbisnis sendiri. karang kurnia memiliki beberapa cabang, yaitu:
1. jalan cargo 99x denpasar bali
2.jalan gatot subroto xx denpasar bali di sini bisa ditemukan berbagai macam kerajinan dan oleh-oleh lainnya,seperti : lukisan,patung,pakaian anak dan dewasa,bed cover,pernak-pernik,batik,dll. Barang-barang tersebut tidak semuanya buatan bali melainkan banyak yang diambil dari pulau jawa seperti batik.
pasar karang kurnia lebih murah dibanding pasar lain di bali. dengan lahan parkir yang cukup luas dan suasana yang lumayan segar membuat pengunjung merasa nyaman.
Di karang kurnia kami membeli berbagai oleh-oleh khas Bali di antaranya:baju,pernak-perni dll
Kami di Karang kurnia diberi waktu 1 jam.Setelah dari karang kurnia sekitar pukul 17;00 WITA kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan kami yaitu HOTEL BATU KARO kami makan malam dan istirahat di sana
BAB 5
SANGEH
Tibalah hari kedua.Hari kedua ini kami harus mempersiapkan diri karna setelah sarapan pagi kami harus meninggalkan hotel.Sekitar pukul 07;00 WITA kami berangkat menuju SANGEH
Sangeh adalah sebuah tempat pariwisata di pulau Bali yang terletak di Desa Sangeh,Kecamatan Abiansemal,Kabupaten Badung, Bali.
Sangeh terkenal karena ini merupakan sebuah desa di mana monyet-monyet (beruk) berkeliaran dengan bebas dan di keramatkan oleh penduduk setempat di sebuah hutan. Di tengah hutan ada pula sebuah pura yang bernama Pura Bukit Sari.Pura ini dibangun oleh Kerajaan Mengwi dan sekarang diserahkan ke penduduk setempat. Monyet di sini memiliki raja dan konon memiliki tiga wilayah kerajaan.
Menurut legenda,adanya Pura Bukit Sari di hutan ini diceritakan secara mitologis dalam Lontar Babad Mengwi. Diceritakan putri Ida Batara di Gunung Agung berkeinginan untuk disungsung di Kerajaan Mengwi. Atas kehendak beliau maka hutan pala yang ada di Gunung Agung tempat putri Ida Batara Gunung Agung bermukim pindah secara misterius pada waktu malam.
Ketika perjalanan baru sampai di Sangeh, telanjur ada penduduk yang melihat perjalanan tersebut. Hal ini konon yang menyebabkan hutan pala tersebut tidak bisa berjalan lagi menuju Mengwi dan berhenti di Desa Sangeh sekarang. Konon putra angkat Raja Mengwi yang pertama I Gusti Agung Putu yang bergelar Cokorda Sakti Blambangan menemukan bekas bangunan pelinggih.
Putra angkat Raja Mengwi tersebut bernama Anak Agung Ketut Karangasem. Atas penemuan tersebut Cokorda Sakti Blambangan memerintahkan untuk membangun kembali pura tersebut dan diberi nama Pura Bukit Sari. Yang dipuja di pura tersebut adalah Ida Batara Gunung Agung dan Batara Melanting. Pura Besakih di lereng Gunung Agung itu tergolong Pura Purusa atau sebagai jiwa dari Pulau Bali.
Di Sangeh banyak kera yang berkeliaran tapi kera-kera itu sudah jinak.Jika kalian tidak berhati-hati dengan barang bawaan kalian maka barang kalian akan di ambil oleh kera tersebut.Di sangeh juga terdapat pohon Lanang Wadon yaitu pohon laki-laki dan perempua
BAB 6
TARI BARONG
Tari barong dan keriss adalah suatu tarian yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan”BARONG”adalah makhluk mithologi yang mewakili kebaikan dan makhluk yang menggambarkan kejahatan adalah “RANGDA
Tari Barong dan Keris tidak kalah uniknya dengan tarian lain di Bali. Tari ini menunjukkan bahwa di dunia ini terdapat dua unsur penting yaitu “Kebajikan” dan “Kebatilan” maka tarian ini dipentaskan dalam bentuk urutan cerita tentang bagaimana Kebajikan melawan Kebatilan. Umumnya pertunjukan ini dinikmati selama 1,5 jam.
BAB 7
CAH AYU
Sekita pukul 10;00 WiTA kami sampai di pusat oleh-oleh cah ayu. Pusat oleh-oleh halal Cah Ayu ini menawarkan berbagai macam oleh-oleh khas Bali dan semuanya terjamin halal dan sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. Letak dari pusat oleh-oleh halal Cah Ayu ini adalah di daerah Batu Bulan, tepatnya berada di kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar. Tidak susah untuk menemukannya karena toko ini tepat berada di pinggir jalur wisata Batu Bulan
Makanan yang dijual memang bermacam-macam, antara lain Gambir, dodol bali, kacang-kacangan Bali yang terdiri dari berbagai macam jenis kacang, dan berbagai macam makanan lainnya. Semua lengkap dengan berbagai ukuran bungkusan. Namun ada salah satu makanan oleh-oleh Bali yang saat ini memang sedang diminati, yaitu Pie Susu Bali. Pie susu ini memiliki berbagai macam rasa, original, keju, coklat, strawberry, vanilla dan kacang.
Perjalanan pulang
Setelah kami makan siang di Cah ayu sekitar pukul 12;00 WITA kami langsung berangkat ke pulau Jawa dan perjalanan pulang.Kami tiba di pelabuhan Ketapang pada sore hari sekitar pukul 15;00 WITA.Kami harus menunggu kapal Feri yang akan menyebrangkan kami ke pulau jawa Setelah kapal datang kami pun naik ke kapal dan meninggalkan pulau Dewata,Di kapal kami menikmati pemandangan yang indah dari atas kapan,sekitar pukul 17;00 WIB sampai di pulau Jawa .Sekitar pukul 17;30 kami berhenti sejenak di SPBU untuk makan malam dan sholat Sesudah makan malam di bus kami melanjutkan perjalanan pulang ke Blora.kami bermalam di bus selama 12 jam,Pada pukul 05;00 kami telah sampai di Blora dengan selamat .
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca.
Kamis, 01 November 2018
Panca Usaha Tani Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pertanian
Disusun Oleh :
Herina Estyorini (XI.IPS 4/13)
SMA NEGERI 1 BLORA
Tahun Pelajaran 2017/2018
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Sehingga menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara agraris, Faktanya adalah bahwa sebagian besar mata pencarian penduduk Indonesia berasal dari sektor pertanian dan menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar besar perekonomian Indonesia, itulah mengapa negara kita disebut sebagai negara agraris. Karena memang memiliki wilayah yang sangat potensial untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian.Salah satunya adalah bahwa Indonesia terletak di garis khatulistiwa dan merupakan salah satu negara yang berada di wilayah tropis, oleh sebab itulah Indonesia memiliki potensi pertanian yang sangat baik dengan didukung kelimpahan sumber daya alam dan kondisi lingkungan Indonesia yang mendukung pertanian tropika.Sektor pertanian mempunyai peranan strategis dalam struktur pembangunan perekonomian nasional.
Pertanian merupakan sektor yang memiliki peranan signifikan bagi perekonomian Indonesia. Sektor pertanian menyerap 35.9% dari total angkatan kerja di Indonesia dan menyumbang 14.7% bagi GNP Indonesia (BPS, 2012). Fakta-fakta tersebut menguatkan pertanian sebagai megasektor yang sangat vital bagi perekonomian Indonesia.Lahan yang subur juga merupakan modal yang sangat potensial untuk menjadikan pertanian Indonesia sebagai sumber penghasilan masyarakatnya dan juga penopang perekonomian bangsa.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dangan pertanian
2. Tujuan pertanian
3. Ciri - ciri pertanian
4. Program panca usaha tani dan sapta usaha tani
C. Tujuan
1. Untuk menjelaskan bagaimana cara menerapkan program panca usaha tani dan sapta usaha tani
2. Untuk menjelaskan bagaimana hasil pertanian di Indonesia setelah diterapkan panca usaha tani dan sapta usaha tani
3. Untuk menjelaskan ciri – ciri pertanian yang baik
D. Manfaat
1. Untuk mengetahui program panca usaha tani dan sapta usaha tani lebih luas
2. Untuk mengetahui hasil yang dicapai setelah dilakukannya program panca usah tani dan sapta usaha tani
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Pertanian
Pertanian merupakan kegiatan penggarapan tanah atau pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan bahan pangan,bahan baku industri,atau sumber energi,serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.
Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.
Kegiatan pertanian sudah berlangsung sejak dahuluvyakni sejak manusia purba berhasil menanam tanaman dan memelihara hewan disekitar tempat tinggalnya. Sejak itu,sistem pertanian selalu diperbaharui,namun perjalanan pembaharuan ini sangat lambat.
Kemajuan bidang pertanian baru terasa setelah manusia mulai mengembangkan mesin-mesin yang dapat mengganti fungsi peralatan tradisional sejak akhir tahun 1960-an sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian.
Pertanian masih menjadi mata pencaharian terpenting bagi sebagian besar rakyat Indonesia, walaupun sektor perindustrian sudah mulai berkembang. Oleh sebab itu pembangunan pertanian menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional. Sektor pertanian adalah salah satu sektor yang kegiatan di dalamnya berjalan dalam suatu sistem yang disusun berdasarkan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM).
2. Tujuan Pembangunan Pertanian
· Untuk meningkatkan produksi pertanian
· Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
· Penyediaan bahan baku bagi industri dalam negeri maupun untuk menambah devisa negara
· Untuk memperluas lapangan kerja
· Meningkatkan pendapatan petani
· Mendorong pemerataan pendapatan dan kesempatan berusaha serta memperhatikan kelestarian sumber daya.
·
3. Ciri Pembangunan Pertanian
· Ciri-ciri pertanian berkelanjuatan dan berwawasan lingkungan adalah :
1. Mampu meningkatkan produksi pertanian dan menjamin keamanan pangan dalam negeri
2. Mampu menghasilkan pangan yang terbeli dengan kualitas gizi yang tinggi serta menekan atau meminimalkan kandungan bahan-bahan pencenmar kimia maupun bakteri yang membahayakan
3. Tidak mengurangi dan merusak kesuburan tanah, tidak meningkatkan erosi, dan menekan ketergantungan pada SDA yang tidak terbarukan
4. Mampu mendukung dan menopang kehidupan masyarakat pedesaan dengan meningkatkan kesempatan kerja, menyediakan kehidupan yang layak, dan mantap bagi para petani
5. Tidak membahayakan bagi kesehatan masyarakat yang bekerja atau hidup dilingkungan pertanian dan bagi yang mengkonsumsi hasil-hasil pertanian
6. Melestarikan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di lahan pertanian dan pedesaan serta melestarikan SDA dan keragaman hayati.
Untuk mewujudkan pertanian yang tangguh harus memperhatikan ciri – ciri sebagai berikut :
a. Pertanian harus memanfaatkan segala sumber daya secara optimal untuk kemakmuran seluruh masyarakat
b. Pertanian harus mampu mengatasi hambatan dan tantangan,seperti musim kering yang panjang dan serangan hama
c. Pertanian harus dapat menyesuaikan diri dalam pola dan struktur produksinya terhadap perubahan yang terjadi,baik perubahan permintaan masyarakat maupun perubahan teknologi
d. Pertanian harus mampu berperan positif terhadap pembangunan nasional, seperti meningkatkan pendapatan masyarakat dan meluaskan lapangan kerja
Pembangunan yang berhasil akan meningkatkan pendapatan masyarakat,keadaan ini menyebabkan permintaan terhadap bahan pangan dan produksi pertanian semakin meningkat pula. Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,peningkatan produksi pertanian juga diperlukan untuk meningkatkan bahan ekspor,sehingga dapat menambah devisa negara dan meningkatkan martabat bangsa di mata negara-negara dunia. Untuk meningkatkan produksi pangan dan produksi pertanian umumnya dilakukan empat usaha pokok,yaitu intensifikasi,ekstensifikasi,diversifikasi,dan rehabilitasi. Intensifikasi meliputi antara lain usaha peningkatan produktivitas sumber daya ala,penggunaan teknologi tepat guna dan pemanfaatan segala sarana produksi,seperti benih unggul,pestisida dan pupuk.Ekstensifikasi mencakup antara lain perluasan areal penanaman tanaman budi daya,penangkapan ikan dan penanaman rumput untuk pakan ternak. Diversifikasi adalah usaha untuk penganekaragaman usaha tani. Rehabilitasi adalah pemulihan kemampuan daya produktivitas sumber daya pertanian yang sudah kritis.
4. Program Panca Usaha Tani dan Sapta Usaha Tani
Panca usaha tani dan sapta usaha tani merupakan program yang menjadi sistem unggulan dalam dunia pertanian. Program panca usaha tani dan sapta usaha tani digaungkan ketika zaman Presiden Indonesia ke-dua yaitu Presiden Soeharto. Program panca usaha tani digalakkan dengan harapan Indonesia menjadi leading country di bidang pertanian dan mampu swasembada beras.
Secara umum pengertian panca usaha tani adalah lima usaha petani yang ditujukan untuk mendapatkan hasil yang berkualitas dan mampu menghasilkan pertanian yang optimal. Lebih khusus pengertian Panca usaha tani adalah suatu upaya dalam meningkatkan sebuah produktivitas lahan yang meliputi pemilihan bibit unggul, pengolahan tanah yang baik, pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit, kemudian pengairan atau irigasi yang baik. Sedangkan pengertian sapta usaha tani yaitu langkah tambahan setelah dilakukan panca usaha tani seperti pasca panen dan pemasaran hasil panen.
Pada program panca usaha tani memiliki tujuan untuk mendukung program intensifikasi pertanian. Program ini banyak dilaksanakan di area pulau Jawa dan Bali dikarenakan penguasaan lahan yang terbatas. Program intensifikasi ini pada mulanya didukung dengan program yang disebut panca usaha tani dan dilengkapi dengan sapta usaha tani, ekstensifikasi, diversifikasi pertanian, mekanisasi pertanian, rehabilitasi pertanian dan revolusi hijau.
Harapannya dengan penerapan panca usaha tani ataupun sapta usaha tani mampu merubah sistem pertanian tradisional menjadi sistem pertanian modern yang lebih maju. Sehingga dengan diberlakukannya panca usaha tani dan sapta usaha tani mampu meningkatkan produktivitas pertanian yang berlipat ganda.
A. Program Panca Usaha Tani meliputi :
Pemilihan Bibit Unggul
Langkah awal panca usaha tani sebelum memanfaatkan lahan pertanian, maka pemilihan bibit unggul merupakan hal terpenting. Bibit unggul merupakan bibit yang diperoleh dari proses scientis, sortasi, dan grading yang panjang hingga menghasilkan bibit yang berkualitas baik dan tahan akan hama dan penyakit. Pemakaian bibit unggul yang berkualitas merupakan konsep panca usaha tani yang diharapkan akan menjadi awal yang baik. Hal ini merupakan metode peningkatan hasil tani dengan panca usaha tani untuk menjamin hasil melimpah di masa panen mendatang.
Selain pemilihan bibit yang berkualitas, penyesuaian bibit dengan musim tanam juga perlu diperhatikan. Tahap awal panca usaha tani ini sangat menentukan namun sering terlewatkan. Khususnya penyesuaian bibit apakah sesuai pada musim tanam atau periode pertama, musim kemarau pertama atau periode kedua, ataukah musim kemarau kedua atau periode ketiga.
· Musim Tanam atau periode pertama
Dilakukan pada bulan november hingga desember dengan menanam bibit varietas apapun. Hal ini dikarenakan bibit mampu tumbuh dan menghasilkan dengan produktivitas yang baik. Namun perlu diingat bahwa pada rentang bulan ini merupakan musim hujan sehingga memilih bibit dengan varietas yang memiliki batang yang kokoh akan lebih baik.
· Musim kemarau pertama atau periode kedua
Pada kegiatan panca usaha tani khususnya pemilihan dan penyesuaian bibit di periode kedua perlu diperhatikan pemilihan bibit yang tahan akan hama dan penyakit. Pada periode kedua sekitar bulan Maret hingga April merupakan musim kemarau dimana padi akan mudah terserang hama dan penyakit. Oleh karena itu meski produktivitas rendah, tetaplah memilih varietas yang tahan akan hama dan penyakit.
· Musim kemarau kedua atau periode ketiga
Pada bulan Juli hingga Agustus merupakan periode ketiga. Hampir semua bibit dengan varietas apapun mampu bertahan pada musim ini. Sehingga dapat dikatakan musim ini adalah musim kejayaan petani.
2. Pengolahan Tanah yang Baik
Kondisi lahan atau tanah yang baik adalah tanah yang menyediakan berbagai macam unsur hara lengkap yang diperlukan tanaman. Selain kondisi tersebut, tanah harus mengandung zat organik dan anorganik, air, dan udara. Oleh karena itu untuk membantu kemampuan tanah untuk memperoleh hal tersebut diperlukan langkah panca usaha tani yaitu pengolahan tanah yang baik.
Dalam melakukan pengolahan tanah yang optimal dalam panca usaha tani dilakukan dengan membajak lahan atau tanah sedalam 30 cm secara merata. Pembajakan dilakukan hingga permukaan benar-benar merata sehingga pada saat penanaman tidak ada permukaan tanah yang tergenang oleh air. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki struktur tanah.
Tanah yang gembur karena pengolahan memiliki rongga-rongga yang cukup untuk emnyimpan air dan udara. Mikroorganisme tanah menjadi sangat terbantu dalam proses dekomposisi mineral dan zat organik tanah.
Pemupukan yang Tepat
Proses pemupukan dalam panca usaha tani adalah usaha yang bertujuan untuk mengganti unsur hara yang hilang dari tanah dikarenakan proses pemanenan, volatilisasi, pencucian, fiksasi dan sebagainya. Pemupukan yang baik dilakukan secara berimbang dan dalam kurun waktu yang tepat. Pemakaian pupuk kimia sangat dianjurkan untuk mengikuti dosis dan tidak terlalu berlebihan karena dapat merubah komposisi hara tanah dan merusak kandungannya. Serta yang terpenting adalah perbanyak penggunaan pupuk alami sebagai rehabilitasi tanah.
Pengendalian Hama Penyakit
Pada tahap keempat dalam panca usaha tani yaitu pengendalian hama dan penyakit terdapat berbagai cara. Terdapat pengendalian dengan cara mekanis, pengaturan sanitasi lingkungan atau ekologi dan secara kimiawi. Pada pengendalian secara mekanis dilakukan dengan menangkap hama secara langsung. Kondisi ini dapat dilakukan apabila populasi hama tidak terlalu banyak. Langkah lainnya yaitu pengaturan sanitasi lingkungan. Pengaturan sanitasi/kebersihan lingkungan yang baik dapat mengurangi kemungkinan hama yang menyerang.
Langkah terakhir adalah pengendalian hama secara kimiawi. Langkah ini dilakukan apabila cara sebelumnya tidak efektif. Selain itu langkah ini memiliki efek samping pada hasil pertanian. Langkah pengendalian hama secara kimiawi dilakukan dengan penggunaan pestisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Apabila terjadi kesalahan pada pemakaian dosis maka akan menimbulkan kerusakan pada komoditas pertanian yang berefek pada kesehatan manusia yang mengkonsumsi. Langkah ini relatif lebih praktis dan cepat apabila dilihat dari waktu kerjanya. Namun biaya yang diperlukan juga lebih besar daripada pengendalian secara mekanis maupun sanitasi lingkungan.
Pengairan atau Irigasi yang Baik
Kebutuhan air bagi tanaman pada program panca usaha tani sangatlah diperhatikan. Program irigasi sebagai usaha dalam penyediaan dan pengaturan air khususnya pada musim kemarau/kering sangat digalakkan demi kelancaran usaha tani yang dilaksanakan. Model irigasi yang dapat dilakukan seperti irigasi air permukaan, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak. Model tersebut diterapkan panca usaha tani sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.
B. Pengertian Sapta Usaha Tani adalah langkah lanjutan dari panca usaha tani. Apabila panca usaha tani fokus pada pengolahan lahan hingga perawatan (on farm). Maka sapta usaha tani adalah langkah-langkah mengenai penanganan pasca panen dan pengolahan hasil panen.
· Program Sapta Usaha Tani meliputi :
1. Pasca Panen
Setelah melaksanakan panca usaha tani pada tahap selanjutnya sapta usaha tani adalah penanganan pasca panen. Penanganan pasca panen dilaksanakan mengikuti kegiatan panen. Kegiatan yang dilaksanakan seperti sortir, grading, pengeringan, pendinginan, pembersihan, penyimpanan, hingga pengemasan. Langkah ini dilakukan salah satunya untuk mengantisipasi sifat hasil pertanian yang cepat rusak. Selain itu juga dapat digunakan untuk menyesuaikan dengan standard pasar yang berimplikasi pada harga.
1. Pemasaran Hasil Pertanian
Pemasaran hasil pertanian pada sapta usaha tani merupakan hal yang vital. Khususnya di Indonesia banyak petani mampu menghasilkan namun kesulitan dala pemasaran. Pemasaran hasil pertanian pada sapta usaha tani disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing. Sebagai contoh di beberapa daerah menggunakan konsep Stasiun Terminal Agribisnis (STA) maupun pasar lelang untuk memasarkan hasil panennya. Langkah ini digunakan untuk tetap meningkatkan posisi tawar petani sehingga harga tidak jatuh di pasaran.
BAB III
PENUTUPAN
Kesimpulan
Dengan adanya program panca usaha tani dan sapta usaha tani dapat meningkatkan hasil pertanian. Pertanian di Indonesia menjadi lebih berkembang. Sehingga dengan ada program panca usaha tani dan sapta usaha tani mampu mensejahterakan rakyat indonesia dan mampu meningkatkan perekonomian indonesia. Dengan meningkatnya hasil pertanian maka dapat membawa dampak yang baik untuk kemajuan negara Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
· Ratmaningsih Neiny. 1996. Sejarah Nasional dan Umum. Ganeca Exact Bandung: Bandung.
· I Wayan Badrika dan Setiadi Sulaiman. (1994). Sejarah nasional Dan Dunia Jilid 2 dan 3. Jakarta: Erlannga
Langganan:
Postingan (Atom)