Minggu, 12 Maret 2017

Makalah H. Agus Salim dalam Pergerakan Nasional



H. Agus Salim dalam Pergerakan Nasional


 














Disusun Oleh      :
       Nama           : Said Raafli Dwi Sulistyanto
       Nomer Abs  : 24
       Kelas            : XI.IPS4


I.                Pendahuluan

1.1           Latar Belakang
Jati diri bangsa Indonesia adalah jiwa dan semangat sumpah pemuda Indonesia 28 Oktober 1928. Sumpah pemuda sebagai jati diri bangsa diloengkapi dengan tiga komponen lain yaitu Proklamasi, Pancasila, dan UUD 1945. Sumpah pemuda sebagai karya agung pertama the founding father, yang merupakan hasil jiwa dan semangat yang menyatu menjadi roh sumpah pemuda.
Dengan kepekaan yang tinggi para the founding father dengan cerdas dan cermat mendeteksi adanya nilai-nilai budi luhur budaya bangsa yang tumbuh di segenap nusantara.Ini telah menggugah generasi mudanya memiliki jiwa semangat dan karakter yang mendapat pancaran nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Sehingga mendorong mereka berbondong bondong dating ke Jakarta menghadiri Kongres Pemuda tahun 1928 dengan menyatakan diri sebagai Jong Sumatra, Jong Ambon, Jong Celebes, dan Jong Java, serta lainnya. Padahal bisa kita bayangkan sulitnya transportasi dan komunikasi masa itu.

Ini yang kemudian oleh founding fathers dirumuskan sebagai apa yang kita kenal sekarang sebagai Pancasila. Berarti Pancasila merupakan nilai-nilai karakter yang menjiwai dan menyemangati para pemuda Indonesia untuk mendeklarasikan Sumpah Pemuda.Hebatnya Sumpah Pemuda mampu melahirkan Bangsa Indonesia di zaman penjajahan, bahkan sebelum mendirikan suatu Negara Indonesia.
Keampuhan dan kedasyatan Pancasila mampu menyemangati dan menjiwai karakter pemuda Indonesia yang sekarang menjadi Bangsa Indonesia. Dengan modal semangat dan karakter yang dijiwai Pancasila, mulai ditumbuhkembangkan patriotism dan nasdionalisme, the founding father mempersembahkan karya agung kedua, yaitu Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan kita mampu mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta UUD 1945, juga Bhinneka Tunggal Ikka yang menjadi sendi-sendi penguat kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jati diri bangsa adalah tampilan yang utuh, menyeluruh dan tepat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara yang kesemuanya dicerminkan dalam tiga fungsi. Pertama, penanda ke3beradaan; kedua, kedewasaan jiwa, daya juang dan kekuatan yang ditampilkan secara utuh sebagai ketahanan nasional suatu bangsa; dan ketiga fungsi pembeda dengan bangsa lain di dunia. Dengan demikian maka jati diri bangsa adalah tampilan hasil pancaran karakter bangsa yang mengandung nilai-nilai Pancasila.
Sehingga jati diri bangsa, tidak lain dan tidak bukan adalah Pancasila. Kini dalam mengatasi carut marut bangsa yang semaki meresahkan, kita sebagai yang mencintai NKRI, harus berbuat sesuatu.Carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara kita adalah redupnya Pancasila.Ujungnya adalah sikap dan perilaku banyak anak bangsa yang sudah seperti tidak tahusiapa dirinya.Sudah tidak ada tata nilai yang menuntun hidupnya, baik secara individu, bermasyarakat, dan berorganisasi.
Redupnya Pancasila tentu disebabkan redupnya karakter bangsa. Tetapi sebenarnya membangun karakter bangsa hanya bis aterjadi bila ada sekelompoik individu anak bangsa yang bersepaham untuk mengelompok menjadi satu bangsa. Mereka membangun karakter dirinya sendiri, sehingga secara akumulatif akan membangun karakter bangsa.
Dengan demikian, apa yang didambakan kita semua untuk kembali ke jati diri bangsa adalah dengan cara mari kita bangun karakter individu anak bangsa. Dalam upaya membangun karakter dan jati diri bangsa yang tidak lain adalah Pancasila. Itulah sebabnya mengapa pendidikan karakter harus dapat membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keseharian. Knowledge is power, character is more. Di sinilah peran penting serta tanggung jawab kita sebagai anak bangsa.
Semangat kebangkitan dan pergerakan nasional dapat didorong oleh gerakan modernis Islam.Semangat modernisme itu berlandaskan pada pencarian nilai-nilai yang mengarah pada kemajuan dan pengetahuan. Modernisme diartikan sebagai cara berpikir dengan peradaban Barat, dengan merujuk upaya mengejar ketertinggalan melalui pencarian mendasar etik kepada Islam untuk kebangkitan politik dan budaya. Reformasi biasanya diartikan sebagai pembaruan melalui pemurnian agama. Reformasi agama (Islam) diartikan sebagai gerakan untuk memperbaharui cara berpikir dan cara hidup umat menurut ajaran yang murni
Dengan munculnya organisasi-organisasi seperti boedi oetomo, Sarekat Islam, dan yang lainnya membuat pergerakan nasional semakin terwujud.Selain itu dengan adanya para pejuang yang merupakan subyek dalam pergerakan nasional dapat memperkokoh dan melancarkan pergerakan nasional Indonesia.Salah satunya yaitu Haji Agus Salim. Singkat cerita  Agus salim adalah salah satu pahlawan nasional yang berasal dari kota Gadang, Sumatera Barat. Ia adalah orang tersohor disana.
1.2           Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat dita suimpulkan masalah masalahnya :
1.      Siapakah Agus Salim itu ?
2.      Bagaimanakah Perjuangan Agus Salim dalam pergerakan nasional ?
3.      Bagaimanakah Agama dan Nasionalisme menurut H. Agus Salim ?
1.3           Tujuan
Adapun tujuan dari menulis karya tulis ilmiah ini adalah :
1.      Mengetahui secara detail tentang Agus Salim
2.      Mengetahui perjuangan Agus Salim dalam pergerakan nasional
3.      Mengetahui Pandangan Agama dan Nasionalisme menurut H. Agus Salim

1.4           Metodologi Pembahasan
Untuk menjawab beberapa permasalahan di atas yang menjadi tujuan dari penulisan makalah ini, penulis melakukan penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan kajian yang memadai guna menemukan jawaban dari rumusan masalah di atas.

II.            Pembahasan
2.1           Biografi Agus Salim
Agus Salim lahir di Kota Gadang Sumatera Barat tanggal 8 Oktober 1884. Nama kecilnya Masyudul Haq (pembela kebenaran), ia berasal dari lingkungan keluarga terkemuka pada masyarakat adat Minangkabau. Ia adalah putra kelima dari Sutan Muhammad Salim bekas jaksa Pengadilan Negeri di wilayah Onderhorigheden (daerah bawahan) Riau. Kedudukan inilah yang memudahkan Salim bisa leluasa masuk sekolah Belanda yang waktu itu, hanya diperuntukkan buat anak-anak non pribumi dan pejabat atau priyayi saja.
Karena jabatan ayahnya itulah yang mengantarkan Salim pada tahun 1891, masuk ke Europeesche Lagere School (ELS) dan tamat pada tahun 1897.ELS adalah sekolah rendah dengan sistem pendidikan Barat, dan pengantarnya menggunakan bahasa Belanda.Rupanya, sejak di WLS ini kecerdasan Salim sudah terlihat dan itu diamati benar oleh Mr.Brouwer seorang guru di ELS. Ia tertarik dan hendak benar-benar mengajar serta memberi ilmu lebih pada Salim.Usai menamatkan ELS di Riau, Salim melanjutkan sekolah ke Hogere Burger School (HBS) di Batavia (kini Jakarta) yang masa belajarnya selama 5 tahun. Di HBS ini lagi-lagi hanya anak-anak dari kalangan pejabat dan bangsawan yang bisa masuk. Untuk kesekian kalinya Salim menunjukkan kecemerlangannya..Di zamannya, Salim ternyata menjadi siswa HBS terpandai di Hindia Belanda selain di Batavia HBS ada juga di Bandung dan Surabaya.
Tapi rupanya, ketika di HBS inilah Salim benar-benar masuk dengan sistem kehidupan ala Barat. Hal ini diperkuat dengan, ketika selama di HBS ia kos di rumah Th.Koks yang orang Belanda, baik di lingkungan sekolah maupun rumah (kos), Salim hidup ala Barat. Inilah yang ,membuatnya mengenal konsep-konsep Barat seperti sosial demokrat, sekaligus menjauh dari Islam. Hal ini diakui sendiri oleh Salim, sebagaimana pernah ia tuturkan ketika pada tahun 1953 memberi kuliah di Universitas Conell, USA, ”Sejak di HBS saya telah menjauh dari Islam, hanya karena keluarga yang taat saya tetap Islam.”
            Mengetahui hal itu, ayah Salim menyakinkan bahwa justru orang Belanda yang sarjana saja ada yang masuk Islam, Ia menunjuk nama C.Snouck Hurgronye. Salim lalu membaca buku-buku karya Hugronye. Akhirnya setelah 5 tahun di HBS, pada tahun 1903 salim lulus ia ingin melanjutkan ke Fakultas Kedokteran tapi ayah Salim tak punya dana untuk melanjutkan sampai ke perguruan tinggi, sang ayah mencoba mencari beasiswa tapi gagal. Juga Raden Ajeng Kartini yang terkenal dengan surat-suratnya kepada Abendanon menghimbau pemerintah Hindia Belanda untuk memberikan jalan kepada Salim agar bisa melanjutkan sekolahnya, bahkan kartini rela besiswa yang mestinya ia terima dialihkan saja ke Salim. Usaha Kartini hampir berhasil, tapi rupanya Salim malah tersinggung bukan kepada Kartini tapi kepada Pemerintah Hindia Belanda. Pasalnya dalam pandangan Salim kalau beasiswa yang ia dapat karena orang lain bukan karena Pemerintah Hindia Belanda mengakui keunggulannya, dan benar beasiswa tersebut gagal ia manfaatkan.
Gagal mendapatkan beasiswa, Salim kembali ke Riau, dan bekerja sebagai penerjemah dan asisten notaris.Tapi pekerjaan itu hanya dijalaninya selama tiga tahun.Pada tahun 1906 Salim kembali ke Jakarta. Di batavia ini salim bertemu dengan Hurgronye menawari salim bekerja sebagai Konsul Belanda di Jeddah, Arab Saudi.
Babak baru sebagai Konsul Belanda di Jeddah dijalani salim dari tahun 1906-1911.Inilah yang membuat salim “kembali” pada Islam.selama di Arab Saudi, Salim menghabiskan waktu senggangnya untuk belajar Islam dari sumber-sumber asli, berbahasa arab. bahkan ia juga sempat berguru pada Syekh Ahmad Kahatib, Imam besar Masjidil haram yang berasal dari Sumatra Barat.
Keislaman Salim telah normal kembali ke jalan yang lurus.tugas sebagai konsul akhirnya selesai pada tahun 1911, dan ia kembali ke jakarta. Atas dorongan keagamaan Salim akhirnya mulai bersikap bahwa bumiputera perlu diperjuangkan dengan keringat sendiri.Salim lalu pulang ke kampung halamannya, menikah dengan saudara sepupunya, Zainatun Nahar. dari perkawinannya mereka dikaruniai delapan anak.[2] Mereka adalah Theodora atia, Yusuf Taufik, Violet Hanisah, Maria Zenibiyang, Ahmad Syauket, Islam Basari, Siti Asiah, dan Mansur Abdurrahman Sidik.
            Agus Salim meninggal di Jakarta pada tanggal 4 November 1954 pada umur 70 tahun dan dimakamkan di taman makam pahlawan (TMP) Kalibata namanya kini diabadikan untuk stadion sepak bola di padang.

2.2           Perjuangan H. Agus Salim dalam pergerakan nasional
      Pada tahun 1915, H. Agus Salim memasuki perkumpulan Sarekat Islam. Itu adalah pengalamannya yang pertsma dalam dunia politik, Sarekat islam didirikan oleh H. Samanhudi di Solo pada tahun 1911. Tujuan SI adalah yang pertama untuk memajukan agama islam dan memurnikan pelaksanaan agama islam. Yang kedua adalah memajukan perdagangan batik bangsa Indonesia.Organisasi ini berkembang, sesudah tampilnya HOS tjokroaminoto. Nama perkumpulan ini diubah menjadi Sarekat islam dengan dingkatan SI.
      Di bawah pimpinan HOS Tjokroaminoto SI memang maju dengan pesat.Kemudian pimpinan SI diperkuat dengan tampilnya H. Agus Salim dan Abdul Muis.H. Agus Salim ketika itu telah penuh dengan pengetahuan dan pengalaman.Ilmu agamanya dalam.Pengetahuan politiknya luas.Ternyata H. Agus Salim seorang pemimpin yang cerdas dan bersemangat.
      Pada tahun 1921, H. Agus Salim diutus oleh sarekat islam untuk duduk dalam dewan rakyat atau volksraad. Si dini H. Agus Salim bukan hanya berjuang untuk sarekat islam, tetapi juga untuk seluruh bangsa Indonesia. Dengan otaknya yang tajam dan kemahirannya dalam berpidato, H. Agus Salim berusaha mempengaruhi pemimpin-pemimpin Indonesia lainnya supaya lebih giat berjuang untuk bangsa sendiri.
      Sesungguhnya H. Agus Salim menggunakan Dewan Rakyat untuk kepentingan bangsa Indonesia.Dan untuk membela rakyat kita. Dalam pidatonya do volksraad ia selalu mengecam pemerintahan Belanda. Pemerintahan Hindia Belanda makin tidak senang dengan H. Agus Salim.Sepak terjangnya dianggap merugikan pemerintahan. H. Agus salim selalu menggunakan bahasa melayu saat berpidato di volksraad.     Waktu itu bahasa melayu dipandang rendah.H. Agus Salim sering diejek oleh orang-orang Belanda, karena berbahasa melayu.Bahkan ada orang Indonesia yang ikut mengejek H. Agus Salim. Bahasa melayu itu pulalah yang kemudian menjadi bahasa persatuan kita, bahasa Indonesia
      Walaupun diejek dan dicemooh, tapi H. Agus salim tidak mundur.Ia tetap teguh mempergunakan bahasa Indonesia. Bahkan H. Agus Salim berkata “Bahasa Indonesia harus menjadi bahasa resmi di Volksraad.
      Menjelang pecah perang dunia II, yaitu antara tahun 1940-1942, H. Agus Salim tidak giat lagi dalam lapangan pergerakan.Ia banyak mengarang risalah agama, kebudayaan, dan politik. Ia juga sering berpidato di muka corong radio PPKK dan Nirom mengenai berbagai hal, misalnya tentang kebudayaan, agama, dan kemasyarakatan. Hingga jatuhnya pemerintahan Hindia Belanda.Ia tetap tidak mau bekerja pada pemerintahan Hindia Belanda. Ia seorang non-kooperator. Pemerintahan belanda pernah menawarkan suatu kedudukan dalam pemerintahan, tetapi ditolaknya dengan tenang.
      Pada zaman Jepang, satu satunya taktik atau jalan bagi pemimpin Indonesia ialah bekerja sama. Itu hanya taktik.Secara diam diam pemimpin pemimpin kita terus menyiapkan untuk kemerdekaan Indonesia Merdeka.
      Akhirnya H. Agus Salim menerima buah pikiran itu. H. Agus Salim rela bekerja sama dengan Jepang, untuk perjuangan rakyat Indonesia. Kemudian bersama dengan Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta, H. Agus Salim ikut memimpin PUTERA. Dan kemudian ia ikut memikirkan Dasar Negara dan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia.
2.3           Pandangan H. Agus Salim terhadap Agama dan Nasionalisme
      Sebagai seorang pemikir, agus Salim banyak melontarkan gagasan dalam berbagai kesempatan.Menurutnya tumbuhnya harga diri suatu bangsa berkaitan erat dengan munculnya sekelompok kaum terdidik yang memperoleh peran tertentu karena kesadaran intelektualnya, bukan karena fasilitas dan kemudahan. Namun menurutnya harga diri tidak akan berarti bila kesadaran intelektual itu di pengaruhi faktor-faktor yang bersifat duniawi. Faktor agama mutlak diperlukan dalam rangka pemantapan serta peningkatan harga diri untuk tujuan-tujuan yang mulia.
      Demikian pula saat gencarnya kritikan tajam dari kaum nasionalis yang dipandang merendahkan martabat wanita.Agus Salim ikut merespon dengan berani, menurutnya tabir pemisah dan perlakuan diskriminatif terhadap wanita seperti dikemukakannya pada rapat Jong Islamieten Bond tahun 1925.
      Sebenarnya merupakan gejala umum dalam tradisi dimana-mana.dan itu justru bertentangan dengan ajaran Islam karena gejala umum itu bersifat kultural, maka pemecahannya mestilah bersifat kultural pula, yaitu melalui pendidikan dengan cara memberikan kesempatan yang sama bagi pria dan wanita. Pendidikan itu mencakup tiga hal, pertama pendidikan badan supaya bertambah subur, kuat dan elok.Kedua pendidikan hati, supaya bertambah baik budi pekerti dan ketiga pendidikan akal, supaya bertambah banyak kepandaian dan pengetahuannya.Pendidikan jasmani rohani dan ilmiah berlaku bagi pria dan wanita.
      Agus salim tahun 1920 pernah mensinyalir adanya bahaya pengagungan cinta tanah air yang berlebihan dan tanpa kendali. Namun kekhawatiran Agus Salim itu disangkal oleh Soekarno melalui tanggapannya yang berjudul “Ke Arah Persatuan” Agus Salim sendiri mengakui banyak persamaan pemikirannya dengan Soekarno seperti terhadap masalah cinta bangsa dan kemuliaan bangsa dan kemerdekaan tanah air serta medan juang melawan politik penjajah.
      Bedanya adalah dalam merespon pertanyaan.untuk apa cinta tanah air? Bung Karno, lebih berorientasi pada perjuangan kehidupan duniawi, sedangkan menurut Agus Salim gerakan membela tanah air tidak lagi terbatas pada usaha membedakannya dari belenggu penjajah atau pada kecintaan nyiur hijau atau kilatan emas dari padi menguning melainkan kecintaan kepada yang lebih tinggi yaitu mencintai tanah air sebagai anugerah dari Allah, dalam rangka beribadah kepadanya, maka ia berjuang untuk memerdekakan tanah air dari penjajah dan kemudian membangunnya.
      Dalam beragama ia menampakkan toleransinya yang tinggi terhadapap kaum beragama. Salah Seorang Belanda yang sudah mengenal Haji Agus Salim sebelum perang ingin mengejutkan Haji Agus Salim dengan sebuah berita yang dibawannya: “Zeg Salim” bagaimana itu, adik anda masuk agama Katolik. haji agus Salim mempunyai adik (Khalid Salim) yang selama lima belas tahun meringkuk di Digul, karena ia dituduh komunis. Dengan tenang Haji Agus Salim menjawab. “Gode Zijdank, Alhamdulillah ia sekarang lebih dekat dengan saya. Orang Belanda itu terkejut dan bertanya.“ mengapa anda berterima kasih kepada tuhan? jawab Haji Agus Salim, “Ia dulu orang komunis, tidak percaya tuhan, sekarang dia percaya pada Tuhan”
      Sebagai wujud penghargaan pemerintah RI terhadap jasa-jasanya, Agus Salim pernah menerima tiga tanda jasa yaitu Bintang Mahaputra Tingkat I (17 agustus 1960), Satya Lencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan (20 Mei 1961) dan Pahlawan Kemerdekaan Nasional (SK Presiden RI No. 657 Tahun 1961).Dalam dunia tulis-menulis, agus Salim termasuk tokoh yang cukup produktif dalam menuangkan buah pikirannya. Ada sekitar 35 buah naskah karangannya yang dihimpun oleh Tim Perumus Buku Seratus tahun haji agus salim(1984). agus Salim juga seorang penerjemah buku sejarah dan sastra.

III.       Penutup
3.1.   Kesimpulan
Agus Salim merupakan seorang tokoh politik yang sangat cemerlang dalam kehidupannya, sejak kecil beliau telah terdidik dengan dunia luar dan banyak bergaul dengan orang Belanda sehingga menyebabkan beliau diberi kepercayaan untuk menjadi konsulat Belanda di Jeddah.Ketika di Jeddah belaiu telah mempelajari dan mendalami ilmu agama dari saudaranya Syeikh Ahmad Khatib.Setelah kembali semula ke tanah airnya, beliau mula menggiatkan diri dalam bidang plitik dengan menyertai Sarekat Islam (SI) yang pada ketika itu berada di bawah pimpinan Tjoakroaminoto.Beliau dan Tjokroaminoto bersama-sama memimpin dan menguruskan SI untuk menjaga kepentingan rakyat dalam berbagai aspek, bukan saja politik tetapi juga ekonomi dan sosila.Sepanjang penglihatannya dalam politik, Agus Salim telah memperkenalkan idea telah membentuk disiplin politik daripda co-operatie kepada non co-operatie.Hal ini dapat dilihat secara jelas ketika beliau mengambil keputusan untuk mengeluarkan SI daripada Volksraad pada tahun 1924.Namun begitu beliau mengubah semula disiplin non co-operatie kepada co-operatie selepas belaiu keluar daripada partai Sarekat Islam Indonesia (PSII) dan menumbuhkan Partai Penyedar. Idea politik belaiu ini juga diikuti oleh partai-partai lain di Indonesia.

3.2.   Daftar Pustaka
·         masyithah.”agus salim dan pemikirannya”. 23/11/2016.http://masyitah-masyithah.blogspot.co.id/2013/01/agus-salim-dan-pemikirannya.html
·         suprijono.”Sebutkan Peran KH Agus Salim dalam Persiapan Proklamasi Kemerdekaan RI”. 23/11/2016.http://suprijono.blogspot.com/2014/09/sebutkan-peran-kh-agus-salim-dalam-persiapan-proklamasi-kemerdekaan-ri.html
·         “The Grand Old Man ; Jalan Perjuangan H. Agus Salim”. 23/11/2016. https://serbasejarah.wordpress.com/2009/04/27/the-grand-old-man-jalan-perjuangan-h-agus-salim/
·         Bieta.”KH. AGUS SALIM, PERJUANGANNYA UNTUK INDONESIA”. 23/11/2016. http://bieta12.blogspot.co.id/2011/07/kh-agus-salim-perjuangannya-untuk.html
·         Sutrisno kutojo dan Drs. Mardanas Safwan. 1974. H. Agus Salim Riwayat Hidup dan Perjuangannya. Bandung : Angkasa Bandung


Senin, 06 Maret 2017

Indeks Harga dan Keterkaitannya pada inflasi

Dari masa ke masa, perekonomian selalu mengalami kemajuan dan juga kemundurun. Disuatu saat produksi akan meningkat, tetapi disaat tertentu juga akan menurun. Begitu pula dengan keuntungan pada suatu perusahaan, harga barang, serta biaya hidup ataupun pendapatan nasional. Untuk melakukan sebuah perbandingan antar variabel yang sama dalam kurun dua waktu berbeda, diperlukan angka indeks. Melalui angka indeks tersebut dapat mengetahui maju mundurnya suatu usaha, naik turunnya pendapatan, harga, dan sebagainya.

Pengertian Indeks Harga

Pengertian Indeks HargaPengertian indeks harga adalah rasio yang pada umumnya dinyatakan dalam sebuah persentase yang mengukur satu variabel pada suatu waktu tertentu atau lokasi relatif terhadap besarnya variabel yang sama pada waktu atau lokasi lainnya. Indeks harga dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan mengenai berbagai perubahan yang terjadi pada harga dari waktu ke waktu.

Pengertian Indeks Harga, Jenis Indeks Harga, dan Ciri-Ciri Indeks Harga

Dari masa ke masa, perekonomian selalu mengalami kemajuan dan juga kemundurun. Disuatu saat produksi akan meningkat, tetapi disaat tertentu juga akan menurun. Begitu pula dengan keuntungan pada suatu perusahaan, harga barang, serta biaya hidup ataupun pendapatan nasional. Untuk melakukan sebuah perbandingan antar variabel yang sama dalam kurun dua waktu berbeda, diperlukan angka indeks. Melalui angka indeks tersebut dapat mengetahui maju mundurnya suatu usaha, naik turunnya pendapatan, harga, dan sebagainya. Berikut pengertian indeks harga.

Pengertian Indeks Harga

Pengertian Indeks HargaPengertian indeks harga adalah rasio yang pada umumnya dinyatakan dalam sebuah persentase yang mengukur satu variabel pada suatu waktu tertentu atau lokasi relatif terhadap besarnya variabel yang sama pada waktu atau lokasi lainnya. Indeks harga dapat diartikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan mengenai berbagai perubahan yang terjadi pada harga dari waktu ke waktu.






Jenis Indeks Harga

    Jenis Indeks Harga
  1. Indeks harga konsumen (IHK)Indeks harga konsumen adalah angka perbandingan perubahan harga barang dan jasa yang dihitung serta dianggap mewakili belanja konsumen, kelompok barang yang dihitung dapat berubah-ubah disesuaikan dengan pola konsumsi aktual pada masyarakat.Fungsi IHK ini adalah untuk memungkinkan konsumen mengerti pengaruh kenaikan harga terhadap tingkat daya beli mereka, sebagai indikator untuk mengetahui tingkat inflasi dan tingkat keberhasilanj ekonomi, menentukan daya beli mata uang tertentu.
  2. Indeks harga produsen (IHP) merupakan perbandingan perubahan barang dan juga jasa yang dibeli oleh para produsen pada kurun waktu tertentu, yang dibeli oleh produsen antara lain bahan-bahan mentah dan bahan-bahan setengah jadi. Perbedaannya antara IHP dan IHK adalah kalau IHP mengukur tingkat harga pada saat awal sistem distribusi, IHK mengukur harga secara langsung yang dibayar oleh konsumen pada tingkat harga eceran yang ditentukan. Indeks harga produsen dapat disebut dengan indeks harga grosir.
  3. Indeks harga yang dibayar dan diterima petani. Indeks harga berbagai jenis barang yang harus dibayar oleh petani baik itu untuk biaya hidup ataupun biaya proses produksi, apabila dalam menghitung indeks tersebut dimasukkan unsur jumlah biaya hipotek, pajak, dan upah pekerja yang harus dibayar oleh petani, indeks yang diperoleh dapat disebut indeks paritas. Rasio perbandingan antara indeks harga yang dibayar petani dengan indeks paritas dalam kurun waktu tertentu disebut rasio paritas.

Metode Perhitungan Indeks Harga

Metode Perhitungan Indeks Harga
Perhitungan angka indeks dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode. Oleh sebab itu, perlu dilakukan adanya pilihan yang tepat yang tujuan agar angka indeks yang ditetapkan dapat tercapai.
Pada dasarnya terdapat 2 metode perhitungan angka indeks, antara lain :
1. Angka indeks sederhana (simple agregative methode) dibagi dalam bentuk berupa agregatif sederhana dan rata-rata harga relatif.
2. Angka indeks yang ditimbang, dibagi dalam bentuk agregatif yang sederhana dan rata-rata harga relatif tertimbang.
Agar lebih jelas lagi, perhatikan pembahasan dibawah ini.

a. Indeks Harga Tidak Tertimbang dengan Metode Agregatif Sederhana.
Angka indeks yang dimaksud dalam penghitungan indeks harga tidak tertimbang yang meliputi indeks harga, kuantitas, dan nilai. Marilah kita simak pembahasannya masing-masing.

  1. Angka indeks harga (price = P)
  2. Angka indeks harga
    Contoh angka indeks harga
  3. Angka indeks kuantitas (quantity = Q)
  4. Angka indeks kuantitas

    Keterangan:
    IA = indeks kuantitas tidak ditimbang
    Qn = kuantitas yang mau dihitung angka indeks
    Qo = kuantitas pada tahun dasar
    Contoh angka indeks kuantitas
  5. Angka indeks nilai (value = V)
  6. Angka indeks nilai
Perhitungan angka indeks dengan menggunakan metode agregatif sederhana memiliki kebaikan karena memiliki sifat yang sederhana, sehingga mudah dalam cara menghitungnya. Namun, metodi ini juga memiliki kelemahan yaitu apabila terjadi adanya perubahan kuantitas satuan barang, maka yang terjadi angka indeksnya juga akan ikut berubah.

b. Angka Indeks Tertimbang
Perhitungan angka indeks tertimbang dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode.
  1. Metode agregatif sederhana
  2. Angka indeks tertimbang dengan menggunakan cara metode agregatif sederhana dihitung dengan rumus seperti berikut.
    Metode agregatif sederhana
    Keterangan:
    IA = indeks harga yang ditimbang
    Pn = nilai yang dihitung angkanya
    Po = harga pada tahun dasar
    W = faktor penimbang.
    Contoh perhitungan dari angka indeks harga :
    Contoh metode agregatif sederhana
  3. Metode Laspeyres
  4. Angka indeks Laspeyres merupakan angka indeks yang ditimbang dengan memperhatikan faktor-faktor penimbangnya kuantitas tahun dasar (Qo).
    Metode Laspeyres
    Contoh :
    Contoh Metode Laspeyres
    Contoh Metode Laspeyres
  5. Metode Paasche
  6. Angka indeks Paasche merupakan angka indeks yang tertimbang dengan memperhatikan faktor penimbang kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya (Qn).
    Metode Paasche
    Contoh Metode Paasche
      Dari Metode Laspeyres dan Metode Paasche memiliki kelemahan, antara lain :
    • Angka indeks Laspeyres memiliki kelemahan yaitu hasil perhitungan yang lebih besar atau over estimate, hal ini karena pada umumnya harga barang akan cenderung naik, sehingga kuantitas barang yang diminta akan mengalami penurunan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa besarnya Qo akan lebih besar dibandingkan dengan Qn.
    • Angka indeks Paasche memiliki kelemahan yaitu hasil perhitungan yang cenderung lebih rendah atau under estimate, hal ini karena dengan naiknya harga suatu barang dapat menyebabkan permintaan menjadi turun, sehingga Qn akan lebih kecil dibandingkan Qo. Untuk menghilangkan kelemahan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan cara mengintegrasikan angka indeksnya tersebut, yaitu dengan menggunakan suatu cara metode angka indeks Drobisch and Bowley.
  7. Metode Drobisch and Bowley
  8. Angka indeks yang tertimbang dengan menggunakan metode Drobisch and Bowley dapat dirumuskan :
     Metode Drobisch and Bowley



  9. Metode Irving Fisher
  10. Perhitungan angka indeks dengan menggunakan Metode Irving Fisher merupakan angka indeks yang ideal. Irving Fisher menghitung indeks kompromi dengan mencari rata-rata ukur dari indeks Laspeyres dan juga indeks Paasche.
    Metode Irving Fisher



  11. Metode Marshal Edgewarth
  12. Perhitungan metode Masrshal Edgewarth adalah dengan angka indeks ditimbang dihitung dengan menggabungkan kuantitas tahun dasar serta kuantitas tahun n, lalu dikali dengan harga pada tahun dasar atau pada tahun n.
    Metode Marshal Edgewarth
    Contoh :
    Contoh Metode Marshal Edgewarth

Peranan Indeks Harga dalam Ekonomi

Peranan Indeks Harga dalam Ekonomi
  1. Indeks harga adalah suatu petunjuk atau sebuah barometer dari kondisi ekonomi umum. Hal ini mengandung suatu maksud sebagai berikut :
    • Indeks harga grosir menggambarkan dengan tepat tentang tren perdagangan.
    • Indeks harga diterima oleh petani guna menggambarkan tingkat kemakmuran di bidang agraria.
  2. Indeks harga umum adalah pedoman untuk berbagai kebijakan dan administrasi perusahaan.
  3. Indeks harga dapat dipakai untuk deflator, pengaruh perubahan harga dapat dihilangkan melalui cara membagi nilai tertentu dengan indeks harga yang lebih sesuai. Proses tersebut dinamakan deflasi dan pembaginya dinamakan deflator.
  4. Indeks harga dapat dipergunakan untuk pedoman bagi pembelian berbagai jenis barang. Maksudnya adalah harga barang yang dibeli dapat untuk dibandingkan dengan indeks harga eceran atau grosir supaya dapat diukur efisiensi dalam pembelian suatu barang yang bersangkutan.
  5. Indeks harga barang-barang konsumsi ialah pedoman dalam mengatur gaji buruh atau untuk menyesuaikan kenaikan gaji buruh pada saat inflasi. 

Manfaat Indeks Harga Secara umum

1. Untuk mengetahui pengaruh kenaikan harga komoditas terhadap daya beli konsumen
2. Dapat dijadikan indikator ekonomi untuk mengetahui tingkat inflasi
3. Untuk mengetahui tingkat kenaikan pendapatan masyarakat
4. Dapat dijadikan ukuran besarnya biaya produksi yang dikeluarkan
5. Dapat digunakan untuk mengetahui daya beli nilai mata uang 


Keterkaitan Indeks Harga dan Inflasi 


Inflasi merupakan naiknya harga secara terus menerus dalam perekonomian sedangkan Indeks Harga adalah Perbandingan antara harga rata-rata pada tahun yang dihitung dengan harga rata-rata pada tahun dasar

Jadi, Keterkaitan antara Indeks Harga dengan Inflasi adalah Indeks harga yang menyatakan satuan harga yang mengalami kenaikan/penurunan akan membantu mengetahui seberapa parah tingkat inflasi dengan patokan satuan barang dan satuan harga. Jika barang mengalami kenaikan harga secara terus menerus akan menjadikan permintaan menurun sehingga menyebabkan ketersediaan barang melimpah.
IIndeks harga juga digunakan pemerintah dalam menentukan kebijakan. Berdasar indeks Harga tersebutlah pemerintah tahu sekto-sektor mana saja yang mengalami peningkatan/penurunan dalam perekonomian serta pemerintah juga mengetahui seberapa parah tingkat laju inflasi berdasarkan indeks tersebut.   

Mengapa BUMN Sering Merugi ?

Perusahaan yang "dibantu" dan kebanyakan diurus oleh negara ini seringkali tidak pernah menyenangkan hati pemerintah. Perusahaan-perusahaan ini selalu saja mengalami kerugian dan bahkan seringkali melakukan praktek korupsi didalamnya. Akibatnya masyarakat pun mulai beropini agar perusahaan-perusahaan ini sebaiknya diurus oleh pihak swasta atau dalam bahasa ekonomi disebut sebagai privatisasi.

Didalam ekonomi konvesional atau pun negara penganut paham pro pasar, konsep privatisasi adalah sebuah ide yang begitu menekankan pentingnya kemandirian sebuah perusahaan. Pemerintah sebaiknya lebih memikirkan masalah yang lain, ketimbang mengurusi perusahaan. Karena dengan aktifnya keterlibatan pemerintah dalam usaha bisnis, justru seringkali mendatangkan distorsi dalam perekonomian.
Sebagian besar BUMN ini justru memberatkan kondisi keuangan pemerintah. Jika mereka rugi, maka kas pemerintah yang harus menanggungnya. Jika pun untung, kebanyakan hilang dibawa angin. Memang tidak semua BUMN yang mengalami kondisi seperti ini, namun hampir sebagian besar BUMN tidak mempunyai prospek bisnis yang terlalu bagus.

Ha-Joon Chang dalam bukunya Bad Samaritans (2007) mengatakan bahwa setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan BUMN seringkali rugi:
1. Principal Agent Problem
2. Free Rider Problem

3. Soft Budget Constraint

Masalah yang pertama, yaitu masalah dimana negara tidak mungkin akan bisa mengawasi semua perusahaan yang mereka miliki. Para direksi perusahaan tentunya akan mengatakan bahwa mereka telah berusaha sebaik mungkin agar perusahaan ini bisa maju. Namun negara tidak bisa tahu apakah mereka benar-benar bersungguh-sungguh atau tidak dalam bekerja. Akibatnya ada agency cost disini, dimana wakil pemerintah di BUMN ini pun tidak mampu berbuat banyak bagi keberlangsungan sebuah perusahaan.

Kedua adalah masalah free rider. Warga negara, walaupun mereka tahu bahwa BUMN merupakan perusahaan publik, namun mereka tidak memperoleh insentif yang cukup untuk memelihara BUMN ini. Misalkan para direksi BUMN, mereka mengetahui bahwa BUMN milik negara dan mereka harus mengupayakan agar BUMN ini bisa untung dengan maksimal. Namun, karena perusahaan ini ditalangi oleh negara, maka mau rugi atau tidak, mereka yang menjadi direksi akan tetap memperoleh gaji yang besar. Sehingga tidak ada insentif bagi mereka untuk berusaha lebih.

Terakhir, seperti yang telah disinggung sebelumnya, karena BUMN bagian dari pemerintahan, maka seringkali memperoleh bantuan dari negara. Tidak ada masalah bagi perusahaan apabila mereka mengalami kerugian. Toh mereka juga akan dibantu oleh negara pada akhirnya.

Tiga alasan diatas menjadi penyebab kenapa BUMN sulit untuk suskes. Memang tidak semuanya begitu karena ada juga perusahaan negara yang bisa sukses. Tetapi sebagian besar mengalami kondisi yang tragis seperti ini. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pemerintah agar dapat memperbaiki kondisi BUMN.


Adapun Hal-hal yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kondisi BUMN adalah 

  .1. BUMN saat ini bukan sapi perah lagi yang setiap pergantian pemerintahan harus menganti direksi yang selalu disesuaikan dengan selera penguasa terutama untuk BUMN sekelas Pertamina, harus dicegah sedini mungkin. Semua pihak, baik pemerintah, DPR maupun para politisi harus memiliki pemikiran untuk memajukan, mengembangkan agar BUMN menjadi pemain ekonomi kelas global. Bukan pemain ekonomi yang jago kandang.

   2. Privatisasi BUMN

Definisi Privatisasi BUMN
Terdapat banyak definisi yang diberikan oleh para pakar berkenaan dengan istilah privatisasi. Beberapa pakar bahkan mendefinisi privatisasi dalam arti luas, seperti J.A. Kay dan D.J. Thomson sebagai “…means of changing relationship between the government and private sector”. Mereka mendefinisikan privatisasi sebagai cara untuk mengubah hubungan antara pemerintah dan sektor swasta. Sedangkan pengertian privatisasi dalam arti yang lebih sempit dikemukakan oleh C. Pas, B. Lowes, dan L. Davies yang mengertikan privatisasi sebagai denasionalisasi suatu industri, mengubahnya dari kepemilikan pemerintah menjadi kepemilikan swasta. Istilah privatisasi sering diartikan sebagai pemindahan kepemilikan industri dari pemerintah ke sektor swasta yang berimplikasi kepada dominasi kepemilikan saham akan berpindah ke pemegang saham swasta. Privatisasi adalah suatu terminologi yang mencakup perubahan hubungan antara pemerintah dengan sektor swasta, dimana perubahan yang paling signifikan adalah adanya disnasionalisasi penjualan kepemilikan publik.
Dari berbagai definisi di atas, dapat diperoleh pengertian bahwa privatisasi adalah pengalihan aset yang sebelumnya dikuasai oleh negara menjadi milik swasta. Pengertian ini sesuai dengan yang termaktub dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN, yaitu penjualan saham persero, baik sebagian maupun seluruhnya, kepada pihak lain dalam rangka meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan, memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat, serta memperluas pemilikan saham oleh masyarakat.
 
Tujuan-tujuan Privatisasi BUMN
- Tujuan yang bersifat ekonomi
BUMN dimaksudkan untuk mengelola sektor-sektor bisnis strategis agar tidak dikuasai pihak-pihak tertentu. Bidang-bidang usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti perusahaan listrik, minyak dan gas bumi, sebagaimana diamanatkan dalam pasal 33 UUD 1945, seyogyanya dikuasai oleh BUMN. Dengan adanya BUMN diharapkan dapat terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi BUMN memperluas kekuatan pasar dan meningkatkan persaingan serta mengurangi ukuran sektor publik dan membuka pasar baru untuk modal swasta.
- Tujuan BUMN yang bersifat sosial
Tujuan BUMN yang bersifat sosial dapat dicapai melalui penciptaan lapangan kerja serta upaya untuk membangkitkan perekonomian lokal. Penciptaan lapangan kerja dicapai melalui perekrutan tenaga kerja oleh BUMN. Upaya untuk membangkitkan perekonomian lokal dapat dicapai dengan jalan mengikut-sertakan masyarakat sebagai mitra kerja dalam mendukung kelancaran proses kegiatan usaha. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memberdayakan usaha kecil, menengah dan koperasi yang berada di sekitar lokasi BUMN.
- Tujuan privatisasi dari sisi pembenahan internal manajemen (jasa dan organisasi) yaitu:
  1. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas;
  2. Mengurangi peran negara dalam pembuatan keputusan;
  3. Mendorong penetapan harga komersial, organisasi yang berorientasi pada keuntungan dan perilaku bisnis yang menguntungkan;
  4. Meningkatkan pilihan bagi konsumen.
- Tujuan dari segi politik yaitu:
  1. Mengendalikan kekuatan asosiasi/perkumpulan bidang usaha bisnis tertentu dan memperbaiki pasar tenaga kerja agar lebih fleksibel;
  2. Mendorong kepemilikan saham untuk individu dan karyawan serta memperluas kepemilikan kekayaan;
  3. Memperoleh dukungan politik dengan memenuhi permintaan industri dan menciptakan kesempatan lebih banyak akumulasi modal spekulasi;
  4. Meningkatkan kemandirian dan individualisme.
Alasan Munculnya Privatisasi BUMN
Privatisasi Badan Usaha Milik Negara (“BUMN”) merupakan salah satu program penting pemerintah dan telah digariskan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 yang mengamanatkan kepada Pemerintah untuk menyehatkan BUMN/BUMD, terutama yang usahanya berkaitan dengan kepentingan umum, sementara bagi yang usahanya tidak berkaitan dengan kepentingan umum didorong untuk privatisasi.
Alasan dilakukannya privatisasi BUMN:
ü Meningkatkan kinerja berupa efisiensi ekonomis BUMN yang ditunjukkan dengan harga jual yang rendah dan meningkatnya kualitas produk.
ü Mengurangi defisit keuangan.
ü Mencapai keseimbangan antara sektor publik dan sektor swasta.
ü Privatisasi bertujuan untuk menciptakan investasi baru, termasuk investasi asing, kepemilikan saham yang lebih besar dan pendalaman sistem keuangan dalam negeri.
ü Tidak memiliki dana segar menyubsidi BUMN agar terus berkembang demi kepentingan masyarakat.
ü Banyak BUMN yang tidak dapat menghasilkan keuntungan maksimal untuk dikontribusikan bagi kemakmuran rakyat melalui APBN.
ü Maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menyebabkan BUMN ineffisiensi.
Pro Kontra Privatisasi BUMN
Sebagai sebuah kebijakan yang menyangkut kepentingan publik, program privatisasi masih disikapi secara pro dan kontra. Berikut ini akan diuraikan mengenai alasan-alasan yang menyebabkan terjadinya pro dan kontra tersebut.
1. Alasan-Alasan Yang Mendukung Privatisasi
Peningkatan efisiensi, kinerja dan produktivitas perusahaan yang diprivatisasi.
BUMN sering dilihat sebagai sosok unit pekerja yang tidak efisien, boros, tidak professional dengan kinerja yang tidak optimal, dan penilaian-penilaian negatif lainnya. Beberapa faktor yang sering dianggap sebagai penyebabnya adalah kurangnya atau bahkan tidak adanya persaingan di pasar produk sebagai akibat proteksi pemerintah atau hak monopoli yang dimiliki oleh BUMN. tidak adanya persaingan ini mengakibatkan rendahnya efisiensi BUMN. Hal ini akan berbeda jika perusahaan itu diprivatisasi dan pada saat yang bersamaan didukung dengan peningkatan persaingan efektif di sektor yang bersangkutan, semisal meniadakan proteksi perusahaan yang diprivatisasi. Dengan adanya disiplin persaingan pasar akan memaksa perusahaan untuk lebih efisien. Pembebasan kendali dari pemerintah juga memungkinkan perusahaan tersebut lebih kompetitif untuk menghasilkan produk dan jasa bahkan dengan kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan konsumen. Selanjutnya akan membuat penggunaan sumber daya lebih efisien dan meningkatkan output ekonomi secara keseluruhan.
Mendorong perkembangan pasar modal
Privatisasi yang berarti menjual perusahaan negara kepada swasta dapat membantu terciptanya perluasan kepemilikan saham, sehingga diharapkan akan berimplikasi pada perbaikan distribusi pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.[12] Privatisasi juga dapat mendorong perusahaan baru yang masuk ke pasar modal dan reksadana. Selain itu, privatisasi BUMN dan infrastruktur ekonomi dapat mengurangi defisit dan tekanan inflasi yang selanjutnya mendukung perkembangan pasar modal.
Meningkatkan pendapatan baru bagi pemerintah
Secara umum, privatisasi dapat mendatangkan pemasukan bagi pemerintah yang berasal dari penjualan saham BUMN. Selain itu, privatisasi dapat mengurangi subsidi pemerintah yang ditujukan kepada BUMN yang bersangkutan. Juga dapat meningkatkan penerimaan pajak dari perusahaan yang beroperasi lebih produktif dengan laba yang lebih tinggi. Dengan demikian, privatisasi dapat menolong untuk menjaga keseimbangan anggaran pemerintah sekaligus mengatasi tekanan inflasi.
 
2. Alasan-Alasan Yang Menolak Program Privatisasi
Beberapa alasan yang diajukan oleh pihak yang mendukung program privatisasi sebagaimana telah dipaparkan di atas, dinilai tidak tepat oleh pihak-pihak yang kontra. Alasan bahwa privatisasi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan yang diprivatisasi dianggap tidak sesuai dengan fakta. Sebab jika itu yang menjadi motifnya, maka seharusnya yang diprivatisasi adalah perusahaan-perusahaan yang tidak efisien, produktivitasnya rendah dan kinerjanya payah. Sehingga dengan diprivatisasi, diharapkan perusahaan tersebut berubah menjadi lebih efisien, produktivitasnya meningkat, dan kinerjanya menjadi lebih bagus. Padahal, pada kenyatannya yang diprivatisasi adalah perusahaan yang sehat dan efisien. Jika ada perusahaan negara yang merugi dan tidak efisien, biasanya disehatkan terlebih dahulu sehingga menjadi sehat dan mencapai profit, dan setelah itu baru kemudian dijual.
Alasan untuk meningkatkan pendapatan negara juga tidak bisa diterima. Memang ketika terjadi penjualan aset-aset BUMN itu negara mendapatkan pemasukan. Namun sebagaimana layaknya penjualan, penerimaan pendapatan itu diiringi dengan kehilangan pemilikan aset-aset tersebut. Ini berarti negara akan kehilangan salah satu sumber pendapatannya. Akan menjadi lebih berbahaya jika ternyata pembelinya dari perusahaan asing. Meskipun pabriknya masih berkedudukan di Indonesia, namun hak atas segala informasi dan bagian dari modal menjadi milik perusahaan asing. 

Masalah-masalah BUMN
Ketika memberikan sambutan dalam pembukaan "Indonesia Business-BUMN Expo and Conference (IBBEX) 2010" di Jakarta Convention Center, Jakarta, Presiden Yudhoyono menyebutkan penyakit BUMN, antara lain:
  1. Penyakit pertama adalah kebiasaan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk merambah semua sektor usaha. Hal itu sebagai kebiasaan buruk karena tidak semua bidang usaha sesuai dengan kegiatan utama BUMN tersebut. "Dalam sisi agama hal ini bisa disebut serakah," kata Presiden menegaskan. Sebuah BUMN seharusnya fokus dan maksimal dalam bidang usaha yang menjadi kegiatan utamanya. Perilaku yang tidak fokus dan merambah semua bidang usaha, tanpa strategi matang bisa menjadi penyebab kebangkrutan BUMN.
  2. Penyakit kedua adalah kondisi ketika BUMN menjadi sapi perah. BUMN memang harus memberikan sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi negara. Namun demikian, kewajiban BUMN itu harus disesuaikan dengan kondisi, sehingga tidak meruntuhkan kondisi keuangan BUMN.
  3. Penyakit terakhir adalah BUMN menjadi obyek bancakan atau obyek eksploitasi bersama. Situasi ini terjadi ketika satu atau sekelompok orang berusaha mendapat keuntungan pribadi dari setiap kegiatan BUMN. Kondisi tersebut akan sangat merugikan BUMN karena keuntungan yang seharusnya disumbangkan kepada masyarakat justru dinikmati oleh segelintir orang saja.
Untuk menghindari tiga keadaan buruk itu, diharapkan semua pihak menyadari pentingnya BUMN sebagai salah satu pilar pertumbuhan perekonomian Indonesia. Selain itu, kalangan BUMN juga harus meningkatkan kinerja dan melakukan efisiensi untuk mencapai hasil yang maksimal. BUMN juga diminta untuk jeli dan memanfaatkan setiap peluang yang ada di dalam negeri maupun dalam kancah perekonomian global.