Rabu, 29 Agustus 2018

PENGARUH MEDIA SOSIAL YOUTUBE TERHADAP PERILAKU ANAK





Disusun guna menyelesaikan tugas Sejarah Indonesia Bab VII tentang Indonesia dan Dunia pada Masa Revolusi Teknologi Abad ke-20
Hasil gambar untuk sma 1 blora
Oleh:
Elya Ulfa Asyfina
XII IPS 4
08
SMAN 1 BLORA
Tahun Pelajaran 2017/2018
Berkembangnya zaman menimbulkan dampak yang luar biasa dalam kehidupan.Entah itu perkembangan dalam bidang ekonomi, sosial budaya, politik, pendidikan, maupun teknologi.Perkembangan IPTEK yang semakin maju itulah yang menyebabkan kehidupan manusia menjadi berkembang. Misalnya saja penemuan teknologi smartphone yang membuat proses pengiriman pesan menjadi lebih efektif dan efisien. Salah satu produk smartphone yang paling sering digunakan adalah media sosial.
Di zaman sekarang, siapa yang tidak mengenal dengan apa itu ‘media sosial’? mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa saat ini sudah hidup dalam lingkup dunia internet, atau lebih khususnya, media sosial. Para remaja menggunakan media sosial seperti Whatsapp, Line untuk berkomunikasi dengan teman sebaya, anak-anak menggunakan media sosial Youtube untuk belajar huruf dan angka, sedangkan para orang dewasa menggunakan media sosial Facebook, Twitter untuk mencari hiburan. Singkat kata, media sosial sudah mempengaruhi kehidupan kita dalam segala aspek, serta mempengaruhi cara kita dalam berfikir dan berperilaku.
Dalam era globalisasi, manusia kerap bertingkah laku seolah-olah tidak bisa bertahan hidup tanpa adanya media sosial.Setiap detik, setiap menit, dan setiap waktu, mereka seolah tidak bisa melepas pandangan dari timeline. Memang media sosial mempunyai dampak positif seperti menambah wawasan dan pengetahuan kita terhadap dunia luar sehingga kita tidak ketinggalan zaman, tetapi jika kita tidak bisa lepas dari media sosial, maka media sosial juga akan menjadi dampak buruk bagi kita sendiri maupun orang-orang disekitar kita. Ketika kita terlalu fokus dengan apa yang terjadi di media sosial, kita bisa saja melupakan apa itu kata ‘realita.’ Hal ini akan menyebabkan turunnya daya konsentrasi dan kepekaan kita terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar tempat dimana kita berada.
Salah satu media sosial yang mempunyai efek cukup besar dalam kehidupan kita adalah media sosial Youtube.Dengan media sosial, kita dapat berbagi, berbisnis, dan belajar secara online.Dengan Youtube, kita juga bisa belajar, mencari hiburan, berbisnis, dan lain sebagainya. Kata ‘Youtube,’ bukanlah kata yang asing lagi bagi telinga kita. Semua orang pasti sudah familiar dengan media sosial Youtube.Bahkan sebagian besar masyarakat Indonesia, khusunya para remaja, menjadikan Youtube sebagai lahan bisnis untuk mencari nafkah.Istilah bagi mereka yang menggunakan Youtube sebagai pusat hiburan adalah Youtuber.Melalui media sosial Youtube, para Youtuberberbagi, menghibur, menuangkan imajinasi, inovasi, dan kreativitas mereka untuk ditonton berjuta-juta orang di seluruh dunia.Mereka bekerja dalam dunia entertainment.Mereka juga menjadikan Youtube sebagai passion mereka.
Tingkat kepopuleran media sosial Youtube yang sudah merajalela menyebabkan banyak kalangan anak-anak sampai remaja yang tidak bisa lepas dan menghindar dari pengaruhnya.Ada dampak positif, tetapi ada juga dampak negatif yang bersifat merusak. Dalam tulisan kali ini, saya akan mengulas mengenai media sosial Youtube,bagaimana perkembangannya di zaman sekarang,dan apa pengaruhnya terhadap perilaku anak. Anak-anak yang masih belum mengerti secara sepenuhnya fungsi media sosial Youtube, dapat salah mengartikan isi atau konten dari tanyangan yang dilihat. Hal ini akan menyebabkan timbulnya dampak negatif yang tidak bisa dihindari.
Tulisan ini bertujuan untuk memberi tahu dan menginformasikan kepada para pembaca mengenai seberapa besar tingkat kepopuleran Youtube, bagaimana sifat atau perilaku anak-anak pada umumnya, dan apa dampak yang ditimbulkannya. Latar belakang penulisan essay adalah berharap jika nantinya para pembaca dapat bertambah wawasan dan pemahamannya mengenai perkembangan zaman yang ada, serta mengetahui secara lebih dalam mengenai manfaat dan bahaya dari media sosial saat ini.
Media sosial adalah sebuah media, dimana kita bisa berkomunikasi, berbagi, belajar, secara online.Media sosial mengijinkan kita untuk lebih terbuka terhadap perkembangan zaman atau IPTEK di era globalisasi yang ada. Media sosial juga mengijinkan kita untuk lebih peka terhadap apa yang sedang terjadi, dulu pernah terjadi, perkiraan apa yang akan terjadi dalam lingkup nasional maupun internasional.Melalui media sosial, kita bisa mengetahui keadaan negara yang sedang terlibat konflik, keadaan negara yang sedang terlibat masalah, kesenjangan, maupun kelaparan.Melalui media sosial, kita juga bisa menumbuhkan sifat empati dan toleransi terhadap sesama manusia.Youtube khususnya, mempunyai peran yang sangat besar dalam mempengaruhi cara kita berfikir dan bertindak.
Situs Youtube.com bukanlah situs yang asing dalam mesin pencarian kita. Dalam Youtube, kita hampir bisa menemukan semua hal. Dalam bidang ekonomi, politik, hiburan, maupun pendidikan. Dikutip dari sebuah artikel berjudul ‘Youtube Menjadi Aplikasi Sosial Media Paling Populer di Indonesia,’ menyatakan We Are Social dan Hootsuite mengemukakan hasil risetnya pada Januari 2017 lalu, bahwa Facebook sudah disalip oleh media sosial bernama Youtube. Itu artinya, di Indonesia, Youtubeadalah aplikasi yang paling sering dikunjungi.Ia mengalahkan Facebook, Instagram, Whatsapp maupun Twitter. Dalam riset terbarunya, We Are Social dan Hootsuite pada Januari 2017 lalu mengukuhkan bahwa Youtube adalah aplikasi media sosial yang paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia. Keinginan para Youtuber untuk memperoleh uang dari berbisnis di Youtubemenjadikan namaYoutube melambung tinggi. Jika 3 tahun lalu Facebook menjadi raja media sosial di Indonesia, sekarang ia terdepak oleh Youtube.
Manusia di abad dua puluh satu ini tak akan bisa lepas dari yang dinamakan media sosial. Dikutip dari artikel yang sama, penelitian yang dilakukan oleh Digital GFK Asia tahun lalu mengejutkan banyak pihak. Rata-rata perempuan di Indonesia dalam sehari bisa menghabiskan waktu dengan smartphone-nya selama 5,6 jam. Perempuan-perempuan tersebut setidaknya telah membuka sebanyak 45 aplikasi, salah satunya adalah Youtube.Kaum pria di Indonesia juga tak mau kalah dalam hal durasi menggunakan smartphone. Dalam sehari rata-rata pria di Indonesia bisa menghabiskan waktunya sekitar 5,4 jam. Hanya beda tipis dengan perempuan. Walaupun durasinya lebih pendek, namun kaum pria cenderung lebih banyak membuka aplikasi dibandingkan perempuan, yakni sebanyak 47 aplikasi telah dibuka oleh kaum pria.
Tingkat kepopuleran media sosial Youtube yang saat ini sedang berada di puncaknya membuat Youtube termasuk dalam media sosial yang berhasil menghasilkan Youtuber dengan jumlah penghasilan sebesar kurang lebih 60 juta per bulan.Cotohnya seperti Raditya Dika, ataupun Reza ‘Arap’ Oktovian.Tayangan-tayangan yang biasanya ada di Youtube adalah trailer film, video lucu, video pendidikan, dan lain sebagainya.Tidak heran, jika media sosial ini bersifat fleksibel atau dapat digunakan dan bermanfaat bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, sampai kalangan dewasa.Tetapi, pengaruh dari media sosial ini yang harus kita waspadai adalah pegaruhnya terhadap anak.
Organisasi Kesehatan Dunia WHO yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss melalui studi tentang kualitas kesehatan dan harapan hidup rata-rata manusia di seluruh dunia menetapkan kriteria baru kelompok usia yang membagi kehidupan manusia ke dalam 5 kelompok usia, yang pertama adalah anak-anak dibawah umur (0-17 tahun), pemuda (18-65 tahun), setengah baya (66-79 tahun), orang tua (80-99 tahun), dan orang tua berusia panjang (100 tahun keatas. Variabel yang dimaksud dalam pembahasan kali ini adalah anak-anak dibawah umur (0-17 tahun).Anak-anak dibawah umur cenderung lebih labil dalam bersikap. Kurang jelasnya pemahaman terhadap media ataupun nilai dan norma yang ada dapat menyebabkan perilaku menyimpang. Anak-anak juga cenderung mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi, dan mereka tidak akan berhenti bertanya jika belum mendapatkan apa jawabannya. Salah satu media yang digunakan untuk mencari jawaban tersebut adalah media sosial Youtube.
Robert Y. Kwick (1972) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dipelajari. Perubahan perilaku anak, juga dapat terjadi dengan adanya proses observasi dan mempelajari tayangan media sosial Youtube. Tanpa pengawasan dari orang yang lebih tua, anak bisa saja mengartikan atau memaknai tayangan yang dengan maksud yang salah. Misalnya dalam tayangan yang mempunyai unsur kekerasan fisik, jika anak melihat tayangan tersebut tanpa pengawasan orang tua, maka anak akan berkir untuk meniru tindakan kekerasan tersebut. Secara tidak sadar, perubahan konsep dalam cara berfikir ini akan mempengaruhi cara berperilaku anak yang nantiya akan cenderung lebih suka kekerasan fisik.
Terkadang, tayangan dalam media sosial tidak disaring terlebih dahulu.Walau sudah ada pelarangan, tetapi media sosial atau internet adalah situs yang sifatnya tak terbatas.Kita tidak tahu sampai mana batas yang mampu ditampung oleh media sosial.‘Children see, children do,’ apa yang dilihat, diamati oleh anak akan ditirukan olehnya. Karena itulah ciri sifat atau perilaku anak.Selain itu, anak-anak juga cenderung mempunyai ego yang masih tinggi. Rasa ingin tahu anak-anak yang tinggi dapat menimbulkan rasa konsumtif yang tinggi juga, yang nantinya akan berdampak pada tingkat ego yang dimiliki masing-masing.
Penggunaan media sosial Youtube oleh anak secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa dampak atau pengaruh negatif seperti rasa malas yang berlebihan. Anak-anak biasanya cenderung lebih suka melihat konten-konten Youtube yang berwujud hiburan, seperti tata cara bermain game online, reaksi terhadap game online, ataupun video lucu lainnya. Jika tayangan tersebut tidak dibatasi dalam batas yang masih wajar, maka anak akan menjadikan Youtube sebagai candu. Ketika seorang anak sudah terlalu fokus dengan tayangan yang disukainya, ia akan menjadi malas dalam beraktivitas. Saya mengambil contoh pengaruh ini dari adik saya sendiri. Ketika adik saya sudah terlalu fokus dengan Youtube, maka ia akan menjadi malas untuk beraktivitas. Ia akan manjadi malas dalam belajar, dalam beribadah, dalam bersiap untuk sekolah, bahkan ketika diperintah oleh orang tuanya, adik saya merasa malas untuk mematuhi dan melaksanakan permintaaan orang tuanya.
Yang kedua, penggunaan media sosial Youtube yang berlebihan dapat membuat perkembangan otak anak menjadi terganggu.Para peneliti di National Radiology Protection Board, Inggris, mengatakan, radiasi elektromagnetik yang dihasilkan dari smartphone dapat merusak DNA dan mengakibatkan tumor otak.Ketika menggunakan smartphone, 70-80 persen energi radiasi yang dipancarkan dari antena telepon itu diserap oleh kepala.Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan, potensi dampak negatif dari penyerapan radiasi jangka panjang yang dipancarkan oleh telepon genggam. Sayangnya, hanya sedikit penelitian yang memfokuskan pada anak-anak, dikutip dari ungkapan Prof Henry Lai dariUniversity of Washington, AS, dalam web MD Health. Penyakit tumor otak dapat ditandai dengan seringnya terjadi insomnia. Karena Youtube, otak kita menjadi terganggu, dan kita bisa menjadi lambat dalam berfikir.
Yang ketiga, media sosial Youtube dapat membuat anak menjadi kurang peka terhadap lingkungannya. Anak akan lebih suka bermain dengan smartphone daripada teman sepermainan. Anak akan lebih suka bermain game online daripada permainan daerah seperti petak umpet dan singkongan. Misalkan seorang anak yang menggunakan media sosial Youtube  terlalu lama, akan menjadi kesulitan untuk fokus kembali dari tayangan Youtube ke lingkungan di sekitarnya. Anak akan merasa pusing, dan lingkup pandangannya akan menjadi mengecil. Hal ini menyebabkan keadaran atau kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar menjadi menurun. Tentunya jika peristiwa ini terjadi pada anak usia dini, pengaruhya akan lebih terasa dan berdampak besar seiring sang anak tumbuh berkembang.
Yang terakhir, konten negatif yang ada pada media sosial Youtubedapat membahayakan cara pandang anak terhadap berbagai hal. Ketika cara berfikir anak berubah menjadi cenderung suka kekerasan atau pemberontakan, maka secara otomatis cara perilaku sang anak juga ikut berubah untuk mengikuti mindset yang sudah diatur oleh sang anak.
Walaupun media sosial Youtube mempunyai pengaruh negatif yang cukup berbahaya bagi kesehatan dan mental anak, serta dapat berdampak buruk pada tingkah laku anak, media sosial Youtube juga mempunyai pengaruh positif yang baik bagi anak, misalnya seperti dapat menambah wawasan anak. Dengan kata lain, Youtube berfungsi sebagai sumber belajar anak. Di Youtube, hampir semua konten dalam berbagai bidang tersedia, mulai dari masakan, traveling, ilmiah, teknologi, dan masih banyak lagi. Melalui Youtube, seorang anak bisa mengamati, kemudian meniru apa yang menjadi isi dari tayangan yang ia lihat. Cara membuat trailer video, ataukah tips membuat video yang dapat menarik perhatian dan mendapatkan banyak likes serta subscribers. Anak akan menjadi pribadi yang lebih terbuka dan melek teradap dunia luar, yang tentunya masih dalam batas toleran.
Yang kedua, Youtube bisa menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi anak. Seorang Youtuber, terkadang membagikan kisah-kisah hidupnya yang dulu kesusahan dan penuh keluh kesah. Menonton tayangan seperti itu, dapat memunculkan rasa empati bagi anak. Melihat kisah-kisah para Youtuber yang menjadi sukses dengan tingkat penghasilan yang fantastis, membuat anak menjadi ingin tahu dan ingin mencoba untuk menjadi orang yang sama suksesnya. Hal ini akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi anak dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Anak akan lebih bersemangat dan ceria dalam menjalani segala aktivitas yang ada.
Yang terakhir, Youtube bisa menjadi wadah penuangan kreativitas anak. Setelah terinspirasi dan termotivasi, anak akan mencoba untuk membuktikan dan merealisasikan ide atau inspirasi yang ia dapatkan. Melalui wawasan dan pengetahuan yang ia dapatkan dari menonton tayangan, anak akan berusaha berkreativitas dalam menciptakan sebuah inovasi yang baru. Anak akan menjadi lebih aktif dalam berperilaku, dan secara tidak langsung fungsi otak kanan dan kiri anak juga dapat berkembang dengan lebih baik.
Kesimpulannya, media sosial Youtube bisa menjadi virus yang positif maupun negatif bagi anak.Tergantung bagaimana anak menyikapinya, apakah anak tersebut paham dan memahami dengan benar isi atau konten yang ada, atau tidak. Jika iya, maka media sosial Youtube memberikan pengaruh yang positif bagi cara anak berfikir dan berperilaku. Tetapi jika tidak, maka media sosial Youtube lebih memberikan pengaruh yang negatif terhadap cara anak berfikir dan berperilaku. Bukan mengarahkan anak untuk bersikap amanah, tetapi justru mengarahkan anak untuk bersikap menyimpang. Banyaknya konten yang ada di Youtube membuat media sosial ini rawan akan menyebabkan penyimpangan. Jika tidak dibatasi, maka seorang anak bisa celaka dan terlanjur terjerumus kedalam hal-hal yang tidak baik.
Memang karena pada dasarnya sifat anak adalah selalu ingin tahu atau ‘always curious’, membuat seorang anak menjadi penasaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dunia luar. Tetapi dunia luar adalah dunia yang berbahaya.Jika seorang anak tidak siap atau belum siap untuk melangkahkan kakinya untuk keluar zona nyaman, maka sebaiknya peran media atau agen sosial di sekitarnya lebih ditingkatkan.Misalnya saja adalah pengawasan dari orang tua. Tidak hanya dunia luar saja yang perlu kita waspadai, tetapi media sosial seperti Youtube juga perlu kita amati perkembangannya. Jika sejak dini kita tidak dibekali dengan sikap-sikap yang baik, maka di masa depan mungkin saja media sosial seperti Youtube akan terus menguasai atau bahkan lebih menguasai kehidupan kita sehari-harinya. Baik dalam cara kita berkir dan bertindak dalam menanggapi berbagai aktivitas yang ada.
Saran satau solusi yang tepat untuk mengatasi pengaruh negatif adalah kita harus membatasi penggunaan media sosial Youtube terhadap anak, dan sebaiknya pengguanaan media sosial oleh anak tetap pada lingkup pandang orang tua.Jika penggunaan media sosial dibatasi, maka anak tidak akan menjadi kecanduan dengan tayangan Youtube, sehingga hal ini akan membiasakan anak untuk hidup tanpa adanya media online. Jika anak sudah terbiasa, maka rasa malas yang diderita juga akan berkurang. Mungkin saja untuk memastikan bahwa anak mematuhi apa perkataan orang tuanya, orang tua harus memasukan sauatu paradigma tentang betapa pentingnya hormat kepada orang tua kepada anak. Selain itu, pengurangan penggunaan media sosial artinya pengurangan penggunaan smartphone. Pengurangan penggunaan smartphone akan mampu mengurangi resiko tercemarnya otak anak oleh radiasi yang dipancarkan oleh antena smartphone. Anak akan lebih banyak beraktivitas secara outdoor daripada indoor. Tingkat kepedulian dan kepekaan anak terhadap lingkungan tentunya jugaakan meningkat.
Ketika anak menggunakan media sosial seperti Youtube dalam pengawasan orang tua, mereka akandapat memastikan bahwa konten dan tayangan yang dilihat anak masih berada dalam zona aman. Anak tidak menonton tayangan yang bersifat negatif, yang dapat memicu perubahan paradigma anak dan cara berperilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan seorang anak adalah hal penting yang harus kita perhatikan karena anak-anak tersebut adalah generasi muda yang menjadi calon pemimpin bangsa kita di masa depan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk tetap menjaga dan mempertahankan konsep berbangsa dan bernegara cinta tanah air tidak pudar karena adanya eksistensi media sosial sseperti Youtube.












DAFTAR PUSTAKA

Mahfud, Kurniati., 2011, Kedasyatan Youtube Sebagai Media Sosial, [online], (http://artikeldanopini.blogspot.co.id/2011/09/kedasyatan-youtube-sebagai-media sosial.html?m=1, diakses tanggal 3 Februari 2018, pukul 11:28)
Huda, Mikrojul Robit., 2017, Youtube Menjadi Aplikasi Sosial Media Paling Populer di Indonesia, [online], (http://setara.net/youtube-aplikasi-paling-populer-di-indonesia/, diakses tanggal 3 Februari 2018, pukul 11:31)
Indonesia, Dokter., 2010, Bahaya Radiasi Ponsel pada Manusia Khususnya Anak, [online], (https://klinikanakonline.com/2010/11/30/ponsel/, diakses tanggal 8 Februari 2018, pukul 10:16)
Pintar, Rumah Ini., 2017, Dampak atau Pengaruh Positif dan Negatif Youtube Terhadap Prestasi Siswa, [online], (http://www.inirumahpintar.com/2017/06/dampak-pengaruh-youtube-terhadap-prestasi-siswa.html, diakses tanggal 8 Februari 2018, pukul 09:28)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DON'T RUSUH!